Suara.com - Mobil niaga jenis pick up bikinan India, Tata Xenon, hanya berhasil mendapat dua bintang - dari maksimal lima bintang - dalam uji keamanan berkendara yang digelar badan penguji dan penilai kendaraan baru Australia (ANCAP).
Dalam pengujian yang dilakukan pada Maret itu, Tata Xenon hanya mendapat nilai positif dalam uji tabrak bagian depan. Tetapi mobil itu dinilai buruk dalam stability control, fitur yang berguna mencegah selip saat kendaraan melintasi tikungan.
Teknologi stability control sudah menjadi fitur wajib bagi kendaran penumpang di Australia dalam dua tahun terakhir. Tetapi belum diwajibkan bagi kendaraan niaga.
Kelemahan lain Tata Xenon adalah tidak adanya airbag atau kantung udara di bagian samping. Padahal hampir semua pick up yang dijual di Australia sudah dilengkapi setidaknya enam kantung udara.
Tata Xenon sendiri mulai dipasarkan di Australia pada Oktober 2013. Baru 100 unit Xenon yang terjual di Australia sejak pertama kali diluncurkan.
"ANCAP akan terus memastikan bahwa pengendara mendapatkan mobil yang paling aman," kata Lauchlan McIntosh, kepala ANCAP.
Dalam uji tabrak dari depan, Xenon dipacu dengan kecepatan 64 kilometer per jam sebelum menabrak sebuah pembatas. Hanya sekitar 40 persen bagian depan mobil yang hancur dalam ujian tersebut.
Di Australia Xenon dijual dengan harga 20.990 dolar Australia atau sekitar Rp217,7 juta. Di Indonesia sendiri Xenon sudah dijual sejak akhir 2013 dengan harga sekitar Rp132 juta. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia
-
Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun
-
4 Realita Tinggal di Australia yang Wajib Kamu Tahu, Pasti Seru Kayak di Tiktok?
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan