Suara.com - Multi Purpose Vehicle (MPV) premium dari Honda, yakni Honda Odyssey tidak bisa menghindari kondisi pasar otomotif yang mengalami penurunan.
Pihak PT. Honda Prospect Motor (HPM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia menurunkan target penjualan.
"Tahun ini kami menargetkan hanya 400 unit per tahun," kata Corporate Communication Manager PT HPM, Yosep Swasono Agus di Jakarta, Rabu (25/3).
Tahun sebelumnya, Yosep mengaku, penjualan Honda Odyssey mencapai angka 642 unit.
Faktor utama penurunan target tersebut menurut Yosep karena penyesuaian penurunan yang terjadi pada pasar di segmen MPV premium.
"Tahun ini, saya rasa pasarnya tidak akan sama seperti tahun lalu yang mencapai 6-7 ribu unit," katanya.
Meski begitu, pihaknya masih yakin Honda Odyssey masih diterima konsumen Indonesia. Terlebih perubahan-perubahan yang dilakukan memang sudah disesuaikan dengan permintaan konsumen.
Sementara itu, target penjualan total Honda pada 2015 mencapai 170 ribu unit per tahun.
Berita Terkait
-
5 Mobil Keluarga Nyaman Anti Limbung Tak Bikin Mabuk Darat, Mulai 80 Juta dari Honda hingga Hyundai
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
MPV Bekas Murah Nyaman dan Berkelas: Mending Mitsubishi Grandis, Honda Odyssey, atau Toyota Previa?
-
Mitsubishi Grandis atau Honda Odyssey? MPV Mewah Bekas Under 100 Juta yang Nyaman di Jalan Rusak
-
Honda Brio Satya S Baru Dibekali CVT, Lebih Murah dari BYD Atto 1
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya