Suara.com - Mercedes-Benz Indonesia memperkenalkan generasi keempat dari C-Class Terbaru yang dirakit secara Lokal lewat kehadiran C 200 Avantgrade, C 250 Exclusive dan C 250 AMG, Senin (4/5)
Memiliki ukuran panjang 4686 mm dan lebar 1810 mm, C 200 Avantgarde, C 250 Exclusive dan C 250 AMG menampilkan karakter dinamis, mewah, elegan, sporty khas C-Class yang tetap membuat kendaraan tersebut bergerak dan melaju dengan tingkat aerodinamis terbaik.
Dengan jarak roda 80 mm lebih lebar, C-Class yang baru kini lebih luas dibandingkan generasi pendahulunya. Bagian interior dari C 200 Avantgarde memiliki konsol hitam pada pusat, sementara C 250 Exclusive didominasi dekorasi kayu.
Mercedes-Benz C 200 Avantgarde, C 250 Exclusive dan C 250 AMG dilengkapi dengan mesin berbahan bakar bensin 4-silinder dan kapasitas mesin 1991 cc. Untuk C 250 Exclusive dan C 250 AMG mampu menghasilkan 211 hp, sementara C 200 Avantgarde mampu menghasilkan 184 hp, ketiganya pada kekuatan 5500 rpm. Mobil C 250 AMG dan C 250 Exclusive mempunyai torsi 350 Nm pada kecepatan 1.200-4.000 rpm, sementara C 200 Avantgarde mempunyai torsi 300 Nm pada rpm yang sama. Akselerasi ketiga model ini berjalan tanpa interupsi, penuh kepastian dan percaya diri melalui transmisi otomatis 7G-TRONIC PLUS.
Dengan kecepatan puncak 244 km/jam, C 250 Exclusive dan C 250 AMG mampu melesat 0-100 km/jam dalam waktu 6,8 detik. Sementara itu, kecepatan puncak C 200 Avantgarde adalah 235 km/jam dan mampu melaju 0-100 km/jam dalam waktu 7,3 detik.
Ketiga kendaraan itu dilengkapi ECO start/stop yang memiliki fungsi efisiensi konsumsi bahan bakar dengan secara otomatis mematikan mesin saat dalam mode diam, sebagaimana hal ini terlihat pada konsumsi bahan bakar 5,6–5,3 liter/100 km (dikombinasikan) dan emisi CO2 hanya 131–123 g/km.
Untuk C 250 AMG, dilengkapi dengan suspensi sport AGILITY CONTROL (yang diturunkan 15 mm), konfigurasi ketat dari pegas serta tambahan redaman sehingga memberikan gaya berkendara lebih dinamis dan sporty. Fitur inovasi lain pada C 250 AMG adalah dengan dilengkapi empat kamera pada keempat sisi kendaraan sehingga dapat memudahkan pemantauan kendaraan saat parkir maupun bermanuver. (Antara)
Berita Terkait
-
Dirumorkan Jadi Menkeu Baru, Isi Garasi Chatib Basri Bikin Melongo: Simpan JDM Langka Klasik
-
Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
Raksasa Otomotif China Bersaing Ketat Rebut Pabrik Bekas Nissan dan Mercedes-Benz
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'
-
Indomobil Perkenalkan Changan Deepal S05 SUV Listrik Penantang Baru di Pasar Otomotif Nasional
-
Perbedaan Yamaha Gear Ultima dan Gear 125, Harga Bekasnya Lebih Menggoda dari BeAT
-
Solar B50 Dijual Besok, Aman untuk Mobil dan Genset? Pakar Jelaskan Faktanya
-
Volkswagen Berguncang, Ducati akan Keluar dari Naungan VW Grup?
-
Alasan Mengemudi Mobil Manual Lebih Sehat untuk Otak Ketimbang Transmisi Matik
-
Ribuan Unit Chery Tiggo 8 Pro Max Ditarik Akibat Masalah Pada Sistem Rem
-
B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026
-
Toyota: Industri Otomotif Tahan Banting, Tapi Arah Kebijakan Pemerintah Harus Jelas