Suara.com - Jaguar F-Pace tak lama lagi bakal mengaspal di Indonesia. Sport utility vehicle (SUV) pertama yang pernah dibuat Jaguar tersebut akan dipasarkan pertama kali di Tanah Air melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, Agustus mendatang.
"Pada semester kedua kami akan meluncurkan SUV pertama Jaguar. Akan (diluncurkan) di GIIAS," beber Manager Komunikasi Pemasaran PT Grandauto Dinamika (GAD) Tryfena Sri Rahajoe, Rabu (25/5/2016) di Jakarta. GAD merupakan distributor resmi pabrikan Jaguar-Land Rover di Indonesia.
GIIAS 2016 akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 11-21 Agustus.
Sebelum Jaguar menyingkap rencananya di GIIAS 2016, Mercedes-Benz di sela-sela kunjungan pabrik pada awal pekan ini juga memberikan 'kode' akan memperkenalkan banyak model anyar di sejak hari pertama GIIAS.
Adapun F-Pace pertama kali diperlihatkan ke publik dunia pada Frankfurt Motor Show 2015. Kompetitor Audi Q5 tersebut, menurut Jaguar, dirilis dalam empat pilihan mesin. Dua mesin diesel, masing-masing berkapasitas 2,0 liter empat silinder Turbocharged 180PS dan 3.0 liter V6 300PS. Dua sisanya berbahan bakar bensin, yakni 3.0 liter V6 Supercharged 340PS dan 3.0 liter V6 Supercharged 380PS.
Untuk transmisinya, Jaguar membenamkan gearbox enam percepatan manual atau delapan percepatan otomatis.
Mesin bensin F-Pace sama dengan yang dipakai sedan sport Jaguar F-Type. Karenanya, klaim Jaguar, SUV anyarnya ini bisa menyemburkan tenaga hingga 380 HP dan mampu melesat dari kondisi diam ke kecepatan 100 km/jam hanya dalam 5,5 detik.
Bermacam fitur disematkan pada SUV yang sebagian besar terbuat dari alumunium ringan itu. Di antaranya ialah All Surface Progress Control (ASPC), JaguarDrive Control, Torque Vectoring, Electric Power Assisted Steering (EPAS), dan Configurable Dynamics.
Tryfena belum bersedia menjelaskan varian mesin mana yang akan dijual di Indonesia. Yang pasti, modal Jaguar-Land Rover tampil di GIIAS tak hanya F-Pace.
"Kami juga akan meluncurkan New Jaguar XF 2016 yang merupakan facelift (versi perubahan eksterior dan interior)," tutupnya.
Berita Terkait
-
Pameran Otomotif Bantu Dongkrak Penjualan Mobil Baru Sepanjang 2025
-
BAIC BJ30 Hybrid AWD Dapat Potongan Rp 30 Juta di GIIAS Makassar
-
OLXmobbi Punya Layanan Trade-In Seru, Simak Kampanyenya Saat GIIAS 2025
-
Penjualan Mobil Baru 2025 Terus Alami Penurunan Dibandingkan Tahun Lalu
-
SEVA Berikan Tips dan Trik Beli Mobil Baru di GIIAS Semarang 2025
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif