Suara.com - Pasar kendaraan niaga belum juga pulih di semester I 2016 dan pabrikan mengharapkan perbaikan permintaan untuk sektor perkebunan dan proyek infrastruktur di paruh kedua. Di tengah kondisi tersebut, Mitsubishi Fuso tetap menjadi pemimpin pasar di segmen niaga dengan bantuan permintaan dari sektor logistik.
Kondisi pasar kendaraan komersial sangat terhubung dengan kondisi ekonomi. Sayangnya, sektor pertambangan dan perkebunan yang sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan sepanjang enam bulan pertama 2016.
"Belum terlihat ada perbaikan di pertambangan. Di perkebunan, selain permintaan global yang melemah, Indonesia juga terkena kondisi cuaca buruk sehingga produksi melemah," kata Executive Marketing Director MFTBC Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Duljatmono, Kamis (18/8/2016) di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang, Banten.
Di sektor infrastruktur yang awalnya menjadi harapan pun pada kenyataannya tidak menunjukkan performa yang meyakinkan.
"Realisasi belanja negara sampai semester I itu masih 40 persen. Mudah-mudahan sisa 60 persennya bisa di semester kedua," sambung Duljatmono.
Alhasil, pasar truk pada semester I pun, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merosot 21,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 26.176 unit.
"Secara kisaran, 70 persen disumbangkan oleh light duty truck (LDT), 20 persen medium duty truck (MDT), dan 10 persen dibagi rata antara heavy duty truck (HDT) dengan bus. Pangsa pasar Fuso pasar niaga secara keseluruhan adalah 45,4 persen dan menjadi pemimpin pasar," papar Duljatmono.
Sektor industri logistik diakui Duljatmono sebagai pendongkrak permintaan kendaraan niaga.
"Permintaan untuk sektor logistik ini misalnya Fuso 4x2, Fuso 6x2, dan Colt Diesel. Kontribusinya terhadap penjualan Fuso mencapai 30-35 persen. Cukup signifikan dibanding yang lain," ungkap Duljatmono.
Menghadapi semester kedua, ia menilai ada harapan dari sektor perkebunan.
"Pada awal Juni produksi perkebunan meningkat. Walaupun belum stabil, tapi hal itu memberikan optimisme bahwa permintaan bisa tumbuh lagi khususnya untuk truk. Pada September-Oktober juga kelapa sawit akan panen. Itu yang kami harapkan bisa mendorong permintaan," jelas dia.
Selain itu, kebijakan amnesti pajak dari pemerintah diharapkan mampu menyuntikkan dana pada dunia ekonomi dan pada akhirnya terjadi peningkatan permintaan kendaraan bermotor.
"Tapi kami pikir peningkatan di semester kedua tak akan banyak. Kalau pun tumbuh ungkin hanya 5-10 persen dibanding semester pertama dan secara total paling-paling pasar akan sama seperti tahun lalu," tutup Duljatmono.
Berita Terkait
-
Mitsubishi Fuso dan Foxconn Dirikan Perusahaan Bus Listrik
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Takhta Pasar Otomotif Nasional Lewat Peningkatan Kualitas SDM
-
Mitsubishi Fuso Bantu Pemulihan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Sumatera
-
Pabrik Mitsubishi Fuso Siap Produksi Truk Listrik di Indonesia
-
Keputusan Merger Mitsubishi Fuso dan Hino Dinilai Belum akan Berdampak ke Indonesia
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
DFSK Tandai Babak Baru Lewat Partisipasi di IIMS 2026
-
Menguak Rahasia Foto Jeffrey Epstein: Mengapa Ia Pilih Motor 2 Tak 'Ndeso' Meski Harta Melimpah?
-
QJMOTOR Bawa Lini Motor Terbaru dan Teknologi Pintar RiderPro di IIMS 2026
-
Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026
-
5 SUV Toyota dengan Pajak Ringan, Fitur Fungsional Solusi Hemat Budget
-
Harga Veloz Hybrid Alami Kenaikan di IIMS 2026, Termurah Rp 303 Juta
-
Harga AION UT Alami Penyesuain di IIMS 2026, Lebih Murah Rp 45 Juta
-
5 Mobil yang Tampilannya Di-Bully Tapi Menang Fungsi
-
Komponen Kaki-kaki Lepas L8 Patah saat Test Drive, Pakar: Investigasi dan Umumkan ke Publik!
-
11 Pilihan Motor Matik Honda 160 Cc, Simak Harga Terbaru per Februari 2026