Suara.com - Toyota dikabarkan sedang mengembangkan sebuah teknologi yang bisa memantau kesehatan jantung pengemudinya, sehingga bisa mencegah kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan oleh pengemudi yang mengalami serangan jantung.
Seperti yang diwartakan Digital Trends, Senin (12/6/2017), sebuah fasilitas penelitian Toyota di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat sedang bekerja sama dengan Kayvan Narijan, ilmuwan bidang data pada sebuah pusat riset milik University of Michigan untuk mengembangkan teknologi tersebut.
Narijan mengatakan bahwa teknologi itu penting mengingat jumlah pengemudi berusia lanjut terus bertambah dan dengan demikian potensi kecelakaan akibat pengendara terkena serangan jantung akan kian bertambah.
Toyota dan Narijan berencana menyusun sebuah algoritma dalam komputer mobil yang bisa memantau aktivitas jantung pengemudi. Komputer juga akan bisa memprediksi potensi serangan jantung, sehingga akan memberikan peringatan kepada pengemudi bahkan mengambil alih kemudi agar mobil bisa berhenti secara aman dan melakukan panggilan telepon darurat ke rumah sakit atau layanan ambulans terdekat.
Meski demikian Toyota dan Narijan mengakui bahwa untuk menciptakan algoritma yang bisa memprediksi serangan jantung tidak mudah. Kesalahan kecil justru akan membuat pengemudi cemas, karena mengira dirinya akan terkenal serangan jantung.
Memantau aktivitas jantung di dalam mobil tak mudah, jelas Pujitha Gunaratne, ilmuwan Toyota.
"Tantangan bagi aplikasi ini adalah membuat sistem yang bisa mendeteksi perubahan kecil dalam ritme jantung, yang juga bisa membedakan suara-suara dan gerakan yang berasal dari dalam mobil," jelas Gunaratne.
Menurutnya memasang sistem pemantau aktivitas jantung di dalam mobil berbeda dengan di dalam ruang gawat darurat di rumah sakit. UGD, jelas dia, dilengkapi teknologi yang mampu menjaga agar monitor-monitor jantung tak diganggu oleh perangkat elektronik lainnya.
Saat ini tim itu sedang mencari perangkat keras yang bisa dimanfaatkan sebagai sensor dan monitor aktivitas jantung di dalam mobil. Perangkat-perangkat ini rencananya akan diselipkan di sabuk keselamatan dan lingkar setir.
Berita Terkait
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun
-
2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite