- Chairman BYD, Wang Chuanfu, menargetkan perusahaannya menjadi produsen mobil terbesar di dunia pada tahun fiskal 2031 mendatang.
- Strategi utama BYD meliputi inovasi Blade Battery generasi kedua serta peningkatan target penjualan sebanyak satu juta unit tahunan.
- Produsen asal Tiongkok ini akan melakukan ekspansi pasar internasional ke Kanada, Eropa, dan Asia Tenggara demi mengimbangi penurunan domestik.
Suara.com - BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok, menargetkan menjadi pabrikan mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.
Ambisi ini bukan sekadar ingin mengalahkan Ford atau Volkswagen, tapi langsung menantang dominasi Toyota yang saat ini memimpin pasar global.
Carscoops mencatat bahwa pernyataan ambisius ini datang dari Wang Chuanfu, Chairman BYD, dalam rapat tahunan pemegang saham di Shenzhen.
Ia menegaskan bahwa kunci ekspansi BYD ada pada generasi kedua Blade Battery, teknologi baterai yang diklaim lebih efisien dan aman.
BYD menargetkan posisi nomor satu dunia pada tahun fiskal 2031. Artinya, dalam lima tahun ke depan, BYD harus menambah penjualan sekitar 1 juta unit setiap tahun.
Tahun lalu, BYD menjual 4,6 juta unit, sementara Toyota mencapai 11,21 juta unit (termasuk Lexus dan Daihatsu).
Meski berbasis di Tiongkok, BYD harus memperluas pasar internasional untuk mencapai target.
Penjualan domestik sedang melambat, dengan Mei 2026 mencatat 207.372 unit, turun 29,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kanada disebut sebagai pasar penting berikutnya, selain ekspansi ke Eropa dan Asia Tenggara.
Baca Juga: 5 Pilihan Mobil Hybrid Favorit di Indonesia di Kala Harga Pertamax Meroket, Kenali Jenis Penyakitnya
Ada beberapa alasan:
- Pertumbuhan EV global memberi peluang besar bagi BYD yang fokus pada elektrifikasi.
- Teknologi baterai Blade jadi senjata utama untuk menekan biaya dan meningkatkan keandalan.
- Strategi ekspansi agresif ke pasar luar negeri untuk menutup penurunan permintaan di Tiongkok.
Selain itu, pernyataan ambisius ini juga diyakini sebagai cara untuk meningkatkan kepercayaan investor, mengingat harga saham BYD turun lebih dari 45 persen dalam setahun terakhir.
BYD akan mengandalkan kombinasi:
- Produksi masif dengan target pertumbuhan 1 juta unit per tahun.
- Ekspansi pasar internasional, termasuk Kanada, Eropa, dan Asia Tenggara.
- Inovasi teknologi, terutama Blade Battery generasi kedua.
- Diversifikasi produk, dari mobil listrik murah hingga premium, untuk menjangkau berbagai segmen konsumen.
Jika target ini tercapai, konsumen global akan melihat BYD sebagai pemain utama yang menyaingi Toyota. Persaingan ketat bisa mendorong harga mobil listrik lebih kompetitif, sekaligus mempercepat adopsi EV di berbagai negara.
Berita Terkait
-
5 Pilihan Mobil Hybrid Favorit di Indonesia di Kala Harga Pertamax Meroket, Kenali Jenis Penyakitnya
-
Mitsubishi Eclipse Bangkit dari Kubur, Kini Bawa 'Jantung' Elektrik
-
Nissan Leaf Bekas Harganya Tinggal Segini, Mending Mana dari Mobil Listrik Murah China?
-
TAFS Bungkam saat OJK Soroti Dugaan Kekerasan Matel Hingga Ancam Sanksi Administratif
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
5 Mobil Warna Oranye Paling Kece, Cocok untuk Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
-
QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China
-
4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar
-
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Risiko Memaksa Motor Matic Konsumsi Pertalite, 5 Motor Tangguh yang Irit untuk Harian
-
Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Musuh Tak Terlihat di Sirkuit Estoril: Cara Pebalap Indonesia Kiandra Taklukkan Angin Ekstrem Moto3
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?
-
5 Pilihan Mobil Hybrid Favorit di Indonesia di Kala Harga Pertamax Meroket, Kenali Jenis Penyakitnya