Suara.com - Saat ini, Toyota Research Institute, meluncurkan versi terbaru kendaraan swakemudinya. Menampilkan sensor lebih baik, deteksi lebih baik dan dua roda kemudi untuk mentransfer kontrol dari manusia ke robot dengan lebih baik.
Kendaraan uji Lexus LS 600hL yang dilengkapi dengan radar LIDAR, radar dan kamera, merupakan peningkatan pada kendaraan Toyota yang pertama kali dipamerkan awal tahun ini. Para eksekutif perusahaan memanggil Platform 2.1 ini.
Sejumlah pengujian dilakukan secara tertutup dan di jalan umum di Silicon Valley Ann Arbor, Michigan, dan Cambridge, Massachusetts.
Kendaraan ini merupakan basis bagi dua sistem penelitian swakemudi TRI: Sopir dan Pelindung. Sopir adalah penelitian tingkat 4 yang mengemudikan diri sendiri, di mana mobil dibatasi ke area geografis tertentu seperti kota atau interstate, serta otonomi Tingkat 5, yang akan bekerja di mana saja.
Guardian adalah asisten sistem pengemudi(pikirkan Tesla's Autopilot) yang memantau lingkungan sekitar kendaraan. Dia memberi tahu pengemudi akan potensi bahaya dan membantu penghindaran kecelakaan bila diperlukan.
Guardian juga memonitor perilaku pengemudi di dalam kendaraan, menggunakan sensor inframerah yang terpasang di kolom kemudi untuk mendeteksi kantuk atau gangguan.
"Kegunaan dan keamanan sangat penting bagi kami, dan Toyota pada umumnya," kata James Kuffner, chief technology officer di TRI.
"Kami berpikir bahwa teknologi pemantauan pengemudi pada dasarnya memastikan bahwa keterlibatan pengemudi adalah bagian penting dari penerapan teknologi ini dengan aman," ujarnya.
Dia menambahkan, prototipe kendaraan penelitian dianggap sebagai mobil paling perseptif di dunia.
Baca Juga: Toyota Bareng Mazda Kembangkan Mobil Listrik
Fokus pada persepsi, baik di dalam maupun di luar kendaraan dalam menjual konsumen dan regulator pada sistem swakemudi ini. Para produsen harus meyakinkan semua orang bahwa kendaraan tersebut dapat melihat dengan lebih baik dan merespons semua kondisi yang mungkin terjadi. Bahkan, lebih cepat dari sopir manusia.
Dewan Keselamatan Lalu Lintas Nasional mengeluarkan sebuah peringatan tegas baru-baru ini kepada semua pembuat mobil yang mengerjakan sistem yang sangat otomatis dalam menanggapi kecelakaan fatal yang melibatkan pengemudi Tesla tahun lalu.
Kuffner berkeras agar Toyota memiliki kendaraan riset yang "over-engineered" untuk memastikannya seaman mungkin.
"Sistem perangkat lunak kami menggabungkan informasi dari semua sensor kami untuk mencoba menghasilkan model yang sangat andal untuk apa yang terjadi di sekitar mobil, dan memvalidasi secara saksama pengukuran antara masing-masing modalitas penginderaan tersebut," katanya.
Roda kemudi kedua, yang disebut Kuffner sebagai "konfigurasi kokpit unik ganda", disertakan untuk memungkinkan operator keselamatan terlatih mengambil alih selama pengujian jika perlu saat mobil menghadapi rintangan di jalan. Juga, jika periset Toyota ingin membiarkan mobil menyetir sendiri tanpa ada orang di kursi pengemudi, mereka dapat melakukan joyride atau melakukan manuver berbahaya.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sensor laser LIDAR yang dibangun oleh Luminar, sebuah startup Portola Valley, berbasis di California yang memposisikan dirinya sebagai pesaing hitter berat seperti Velodyne dan Quanergy. Artinya, insinyur perusahaan laser, receiver, chip, kemasan, dan banyak lagi, disematkan sebagai komponen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
DFSK Tandai Babak Baru Lewat Partisipasi di IIMS 2026
-
Menguak Rahasia Foto Jeffrey Epstein: Mengapa Ia Pilih Motor 2 Tak 'Ndeso' Meski Harta Melimpah?
-
QJMOTOR Bawa Lini Motor Terbaru dan Teknologi Pintar RiderPro di IIMS 2026
-
Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026
-
5 SUV Toyota dengan Pajak Ringan, Fitur Fungsional Solusi Hemat Budget
-
Harga Veloz Hybrid Alami Kenaikan di IIMS 2026, Termurah Rp 303 Juta
-
Harga AION UT Alami Penyesuain di IIMS 2026, Lebih Murah Rp 45 Juta
-
5 Mobil yang Tampilannya Di-Bully Tapi Menang Fungsi
-
Komponen Kaki-kaki Lepas L8 Patah saat Test Drive, Pakar: Investigasi dan Umumkan ke Publik!
-
11 Pilihan Motor Matik Honda 160 Cc, Simak Harga Terbaru per Februari 2026