Suara.com - Tesla mengatakan bahwa pihaknya akan membangun 1.500 Model 3 di antaranya pada bulan September namun hanya berhasil menyelesaikan 260 dan 220 di antaranya menjangkau pemilik baru mereka. Tapi meski ketinggalan target Model 3, hampir 80 persen Tesla masih berhasil mengantarkan sejumlah model Model S dan X EVS.
Keterlambatan ini dilatarbelakangi pada kemacetan produksi, yang pada gilirannya sampai pada pengaktifan beberapa proses perakitan di pabrik Palo Alto dan Reno.
"Meskipun sebagian besar subsistem manufaktur di kedua pabrik mobil kami California dan Gigafactory Nevada, kami dapat beroperasi dengan kecepatan tinggi, beberapa waktu saja memerlukan waktu lebih lama untuk mengaktifkan daripada yang diharapkan," kata perusahaan itu.
Apa yang gagal diungkapkannya, paling tidak menurut sumber yang dikutip oleh Wall Street Journal (paywall), produksi berjalan pada tingkat yang jauh lebih rendah meskipun dengan kekurangan ini. Publikasi tersebut mengklaim bahwa area khusus pabrik ditugaskan ke perakitan tangan, di mana para pekerja mengumpulkan berbagai barang secara manual. Hal ini diduga telah berlangsung setidaknya satu minggu sampai bulan September.
Memiliki sesuatu yang dibangun dengan tangan biasanya merupakan hal yang baik. Mercedes-AMG, misalnya, membanggakan diri untuk memiliki semua mesin V8 dan V12 yang dirakit kebanyakan dengan tangan oleh hanya satu orang sebagai sentuhan terakhir, memasang piring dengan tanda tangan mereka.
Tidak ada pemilik Tesla Model 3 yang melaporkan menemukan bagian yang ditandatangani di kendaraan mereka. Namun, pabrikan tampaknya menutup hal ini rapat-rapat dari umum.
Semua pemegang reservasi Model 3 yang telah menerima kendaraan mereka sejauh ini adalah karyawan perusahaan atau orang dalam. Belum bisa dipastikan pemilik awal ini telah diberi tahu atau tidak.
Masalah sebenarnya di sini adalah bahwa Tesla seharusnya menggunakan bulan-bulan awal ini sebagai periode pengujian yang diperpanjang, namun idenya adalah untuk menguji siklus produksi dan juga kendaraan.
Jika memang benar, maka ada kemungkinan penundaan akan terjadi. Salah satu contoh pertama adalah penundaan kedua dari acara Semi: awalnya dipindahkan dari akhir September sampai 26 Oktober, sekarang beralih ke 16 November mendatang. [Autoevolution]
Baca Juga: 63 Ribu Pesanan Tesla Model 3 Dibatalkan, Tersisa 455 Ribu Order
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
4 Penyebab Oli Motor Bocor dan Cara Mengatasinya Sebelum Mesin Rusak
-
Daihatsu Umumkan Ratusan Pemenang DAIFEST 2025 di IIMS 2026"
-
Tekiro Bawa Peralatan Otomotif Terbaru ke IIMS 2026, Ngebengkel di Rumah Jadi Lebih Mudah
-
3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung Jasa Raharja, Apakah Tabrakan Tunggal Termasuk?
-
6 Harga Baterai Mobil Listrik 2026: Mulai Rp100 Juta, Mana Paling Worth It untuk Kamu?
-
Lebih Murah dari Brio Bekas tapi Performa Beringas, Ini 5 Mobil Bekas Double Cabin Bertampang Lugas
-
4 Pilihan Mobil Bekas Suzuki Tahun Muda Seharga Motor Kawasaki, Pas untuk Keluarga
-
Harga Mobil Mazda Terbaru Februari 2026, CX-3 Mulai Berapa?
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Taksi Blue Bird, Cocok untuk yang Sudah Berkeluarga, Mulai 80 Jutaan
-
Changan Indonesia Pamerkan Teknologi Deepal S07 dan Lumin di IIMS 2026