Suara.com - Toyota bakal membenamkan fitur swakemudi level 4 pada merek premium mereka terlebih dahulu, Lexus. Adapun waktu peluncuran model Lexus dengan teknologi tersebut ialah pada 2020.
Lexus berfitur swakemudi level 4, seperti diwartakan Carscoops, Rabu (1/11/2017), akan menyapa pasar pada semester pertama 2020. Setelah itu, barulah teknologi itu diaplikasikan pada mobil-mobil berbanderol relatif lebih murah milik Toyota secara bertahap.
Toyota mendahulukan merek premium mereka untuk fitur swakemudi level 4 karena ongkos produksi yang tinggi. Dengan biaya yang besar, harga jualnya pun pastinya bakal mahal.
"Fitur itu membutuhkan sensor yang yang mampu 'melihat' dalam jarak jauh plus komputer beperforma sangat mumpuni yang sangat mahal," kata Executive General Manager for Autonomous Driving Toyota Motor Corporation, Ken Koibuchi.
Alasan lain yang dikemukakan oleh pabrikan ini adalah soal keamanan. Toyota mengaku, lebih memilih untuk mengaplikasikan terlebih dahulu fitur-fitur keamanan yang lebih mendasar pada mobil-mobil produksi massal mereka, seperti Lane-trace Assist dan sistem yang mencegah salah injak pedal.
Toyota sendiri memiliki kebiasaan untuk mengembangkan dan meluncurkan kendaraan dengan fitur swakemudi terlebih dahulu di Jepang. Setelah itu, barulah mereka memperkenalkannya di negara-negara lain terutama Amerika Serikat.
Salah satu contohnya ialah All-New Lexus LX yang memiliki beragam fitur otomatisasi kendaraan semisal Lane-change assist serta the Lane Tracing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan