Suara.com - Pasar mobil mewah di Indonesia pada caturwulan pertama 2016 menunjukkan pertumbuhan signifikan, ketika pasar mobil nasional justru sedang tiarap. Uniknya motor penggerak pertumbuhan di segmen premium ini hanya segelintir pabrikan, sementara sebagian besar merek harus menangis karena penjualannya menurun.
Prestasi pasar mobil premium berbanding terbalik dengan capaian penjualan pasar mobil secara keseluruhan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan postur penjualan roda empat nasional pada Januari-April secara umum mengecil 3,3% menjadi 363.944 unit.
Pada periode yang sama, penjualan ritel mobil dengan harga di atas Rp600 juta justru naik 14,7 persen ketimbang tahun lalu, menjadi lebih dari 2.190 unit, demikian dibeberkan Presiden dan CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Roelof Lamberts di Bogor, Jawa Barat awal pekan ini.
Tetapi pertumbuhan itu disumbang oleh hanya tiga dari tujuh merek premium anggota Gaikindo di Tanah Air. Ketiganya adalah Mercedes Benz, BMW, dan Lexus.
Menurut Roelof, Mercedes masih yang paling perkasa di pasar premium. Di empat bulan pertama merek Jerman ini menjual lebih dari 1.100 unit mobil, naik 27,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Adapun Lexus, menurut data wholesales Gaikindo, menjual 347 unit mobil, naik dua kali lipat dari tahun lalu. Sementara BMW hanya tumbuh tipis, dari 767 unit di caturwulan pertama 2016 ke 776 unit.
Sementara merek-merek premium lainnya, seperti Jaguar-Land Rover, Audi, Chrysler, dan Infiniti, justru mencatatkan hasil negatif.
Secara wholesales Audi cuma mengirim 25 unit dari sebelumnya 71 unit, Chrysler menjual 85 unit dari 146 unit pada tahun lalu, Jaguar 19 dari sebelumnya 76 unit, dan yang terakhir Infiniti yang hanya mampu menjual 1 unit di empat bulan pertama 2016, turun dari 2 unit di awal 2015.
Penurunan penjualan ini diyakini sebagai imbas dari kondisi ekonomi yang tidak bersahabat dan sejumlah regulasi baru pemerintah yang menekan segmen mobil mewah.
Perlambatan ekonomi dan rendahnya nilai tukar rupiah menjadi sandungan bagi segmen mobil mewah, tetapi yang paling terasa dampaknya adalah kebijakan kenaikan pajak penjualan barang mewah yang naik sebesar 125% dan bea masuk impor 50% untuk kendaraan berbahan bakar bensin di atas 3,0 liter dan diesel 2,5 liter.
Berita Terkait
-
Bahaya Kebakaran Mengintai Ratusan Ribu Unit Pengguna BMW dan Toyota Supra
-
Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan
-
Bikin EV Kalah Saing: Toyota dan BMW Kembangkan Bensin Terbarukan, Apa Bahannya?
-
Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026
-
Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan