Suara.com - Uber merilis hasil survei seputar kemacetan dan kesulitan lahan parkir di Jakarta. Menariknya, perusahaan transportasi online ini mengklaim bahwa kaum milenial tidak minat membeli mobil.
"Kaum milenial tidak tertarik memiliki mobil pribadi," ujar Head of Public Policy ad Govenrment Affair Uber Indonesia, John Colombo saat peluncuran kampanye #Unlockcities di Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Hasil ini diambil melihat dari kondisi kepadatan dan kemacetan di Jakarta. Hampir 50 persen responden dari total 9.000 responden yang dilipih Uber, dengan umur 18 hingga 34 tahun, menyatakan tidak tertarik memiliki mobil.
"Publik justri terbuka dengan solusi alternatif," katanya.
Sebanyak 61 persen generasi muda di Asia Pasifik diklaim menyukai skema berbagi tumpangan, sebagai opsi transportasi harian mereka.
Meskipun begitu, di Jakarta sendiri respon publik terhadap kepemilikan mobil masih tetap positif atau sebanyak 27 persen. Sedangkan sebanyak 71 persen yang belum memiliki sedang mempertimbangkan untuk membeli.
Uniknya, sepertiga dari seluruh pemillik mobil (29 persen) justru mempertimbangkan tidak lagi membeli mobil. Jumlah ini meningkat hingga 49 persen, jika kondisi kepadatan tidak membaik.
"Untuk kesehariannya 53 persen meyakini layanan berbagi tumpangan bisa jadi alternatif dibandingkan memiliki mobil pribadi. Memiliki mobil sendiri kita harus siap dengan semua perawatannya," ungkap dia.
Baca Juga: Uber: Tahun 2022 Jakarta Macet Total
Sementara itu, Managing Director of BCG, APAC, Mariam Jaafar memprediksikan, alasan keengganan kaum milenial memiliki mobil pribadi.
"Ini dari perkiraan saya ya, mereka lebih interest dengan hasil ketimbang proses. Jadi buat mereka yang penting cepat sampai. Dan mereka lebih fokus pada apa yang ingin dilakukan. Jadi tidak fokus dengan memiliki kendaraan pribadi," jelasnya.
Uber memperkenalkan konsep ridesharing sebagai salah satu alternatif pengguna moda transportasi di Jakarta. Selain dinilai lebih efisien karena tidak memikirkan mencari parkir tapi juga lebih fleksibel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV