Suara.com - Yamaha Lexi, skutik touring yang dijuluki 'adik Nmax', saat ini masih dipasarkan dalam dua varian. Namun, pabrikan berbasis di Jepang itu berniat menambah varian Lexi di masa depan.
Deputy General Manger Pemasaran PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Eddy Ang, membeberkan, kedepannya varian Lexi akan dikembangkan. Ia sendiri belum bisa memberitahukan lebih jauh perihal calon varian baru Lexi.
Pastinya, dia menambahkan, Yamaha berniat menghadirkan varian baru dengan tetap mempertahankan fitur tertentu.
"Bisa ke atas (pengembangan variannya), bisa ke bawah," ucapnya ketika diwawancarai usai peluncuran Lexi, akhir pekan lalu di Jakarta.
Lexi menjadi skutik touring 125 cc pertama di Indonesia. Di awal kehadirannya, Yamaha menawarkan varian standar dan varian S dengan harga jual di bawah Rp20 juta on the road Jakarta untuk tipe termurah.
Banderol pastinya sendiri belum diumumkan karena produksi baru dimulai pada April nanti, dengan pembukaan inden yang berbeda-beda tiap daerah.
Soal fitur, semua varian Lexi memiliki lampu depan LED, lampu hazard, speedometer full digital, ban tubeless bertapak lebar, power socket, Answerback System, dan Start&Stop System, ruang kaki lega hingga bisa memuat galon air, jok kursi panjang, bagasi lega. Varian S mempunyai tambahan suspensi belakang Sub-Tanks, Smart Keyless, dan desain jok lebih elegan.
Eddy menjelaskan, Yamaha ingin memperkuat cengkramannya di segmen skutik menengah berharga Rp17-21 juta melalui Lexi.
"Yang segmen menengah ini pasarnya cukup besar. Menengah maksudnya Rp17-21 juta-an. Terus terang di kelas ini Yamaha belum cukup kuat. Soul GT ada, tapi segmen itu harus diperkuat. Karena di situ kompetitor besar, satu tahun 1 juta unit ada kali," paparnya.
Baca Juga: Yamaha Lexi Datang, Bagaimana Nasib Soul GT?
Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO YIMM, Minoru Morimoto, ketika diwawancarai Suara.com menerangkan bahwa target Lexi mulai tahun depan sama dengan Nmax. Nmax, skutik touring 150 cc, per tahunnya mampu terjual 350-400 ribu unit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?