- Survei global Kaspersky mengungkapkan dua belas persen pengguna macOS terinfeksi malware.
- Kurangnya adopsi keamanan pihak ketiga membuat pengguna Mac lebih rentan terhadap serangan phishing dan pencurian data.
- Pakar keamanan Kaspersky Sergey Puzan menegaskan seluruh perangkat internet memerlukan perangkat lunak keamanan tambahan.
Suara.com - Selama bertahun-tahun, para pengguna ekosistem Apple hidup dalam sebuah keyakinan bahwa macOS adalah benteng yang mustahil ditembus oleh virus.
Namun, rasa aman palsu ini justru menjadi celah keamanan yang mematikan. Kurangnya kewaspadaan dan kepercayaan berlebih pada fitur bawaan sistem operasi kini berbalik menjadi bumerang, membuat pengguna Mac menjadi target empuk di tengah lanskap ancaman siber yang semakin canggih dan lintas platform.
Laporan terbaru dari survei global Kaspersky yang melibatkan 7.200 responden di 18 negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan anomali yang mengejutkan.
Meskipun macOS sering dianggap sebagai sistem operasi yang "lebih bersih," data justru menunjukkan bahwa 12 persen pengguna macOS melaporkan infeksi malware dalam setahun terakhir, angka ini lebih tinggi dibandingkan pengguna Windows yang hanya mencatat 9 persen.
Kesenjangan Perlindungan dan Perilaku Berisiko
Masalah utamanya bukan sekadar pada teknologi sistem operasinya, melainkan pada psikologi penggunanya. Rendahnya adopsi perangkat lunak keamanan pihak ketiga menjadi faktor krusial.
Tercatat hanya 35 persen pemilik macOS yang menginstal proteksi tambahan, sementara pengguna Windows lebih proaktif dengan angka 42 persen.
Ketimpangan ini juga terlihat pada perilaku dasar keamanan digital. Sebanyak 62 persen pengguna Windows memiliki disiplin untuk tidak membuka tautan atau email mencurigakan, berbanding jauh dengan pengguna macOS yang hanya mencapai 51 persen.
Keledoran ini berdampak langsung pada statistik kriminalitas siber yang dialami pengguna Mac:
Baca Juga: 5 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp2 Juta Mirip Apple Watch: Desain Premium, Fitur Canggih
- Phishing: 12 persen (Mac) vs 9 persen (Windows)
- Penipuan Investasi: 16 persen (Mac) vs 13 persen (Windows)
- Pencurian Data Pribadi: 12 persen (Mac) vs 7 persen (Windows)
Pakar keamanan siber di Kaspersky, Sergey Puzan, memberikan peringatan keras bahwa hari-hari di mana Mac dianggap sebagai "wilayah bebas gangguan" telah berakhir.
"Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil atau memiliki fitur bawaan yang Tangguh," tegas Sergey Puzan.
Menurutnya, meskipun tidak sepenuhnya keliru, lanskap ancaman telah berkembang secara drastis.
"Malware khusus Mac bukanlah hal yang langka, dan terdapat banyak keluarga malware yang secara eksklusif menargetkan Mac," tambah dia dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).
Inovasi Keamanan: Melampaui Perlindungan Bawaan
Di era di mana serangan rantai pasok (supply chain attacks) dan teknik stealer (pencuri data) semakin masif, mengandalkan perlindungan bawaan saja tidak lagi cukup.
Berita Terkait
-
Harga iPhone 18 Pro Dirumorkan Naik, iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp30 Juta?
-
Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening hingga Kendalikan Perangkat
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak
-
Rumor iPhone Lipat Ditunda Dibantah Leaker, Apple Disebut Tetap Siap Rilis Bersama iPhone 18
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware
-
Cushion Glad2Glow Pink dan Silver, Apa Bedanya? Ini Kelebihan Masing-Masing
-
Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin
-
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
-
PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa
-
Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!
-
Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?