Suara.com - Sembilan puluh media, termasuk suara.com, berkesempatan menjajal ketangguhan dan keunggulan Xpander Sport dari Mitsubishi menempuh jalur Boyolali - Yogyakarta, Jawa Tengah.
Rombongan memulai perjalanan dari bandara Adi Sumarno yang terletak di Boyolali menuju Prambanan yang terletak di Yogyakarta, untuk menjajal kemampuan kedap suara yang ada di kabin Xpander. Pemilihan jalur ini cukup bervariasi, melewati kota yang sudah cukup modern, lalu masuk ke pedesaan dimana masih ada beberapa alat angkut yang tradisional seperti gerobak sapi.
Tak ada suara bising dari luar yang masuk ke dalam kabin mobil. Ketika kami menjajal menyetel musik pun, suara yang terdengar cukup jelas. Kekedapan suara kabin Xpander juga diuji saat hujan lebat turun. Suara hujan di luar ternyata sama sekali tidak mengganggu kenyamanan kami yang berada di dalam kabin penumpang.
Singgah untuk menikmati sarapan di Soto Seger, makanan khas di kota Surakarta, rombongan media melanjutkan perjalanan menuju Abhayagiri Restauran yang bertempat di atas bukit di wilayah Prambanan, Sleman. Tapi sebelumnya, rombongan Xpander Media Touring 2018 ini menyusuri sawah-sawah milik warga sekitar. Melewati jalan yang cukup sempit, cukup sulit untuk menyalip kendaraan yang ada di depan.
Meski kondisi jalan cukup banyak lubang, hal itu tidak menganggu kenyamanan penulis yang duduk di bangku belakang Xpander. Hal ini karena suspensi dari Xpander yang cukup baik meredam guncangan saat melaju di jalan berlubang.
Perjalanan menuju Abhayagiri harus melewati medan yang berkelok kelok dan menanjak. Di sinilah ketangguhan Xpander diuji. Kebetulan Xpander yang kami tunggangi menggunakan transmisi manual. Saat posisi mobil sedang menanjak dan harus berhenti di tanjakan curam, cakram rem secara otomatis langsung mengunci sehingga mobil tak mundur.
Hari pertama touring selesai di hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta. Total perjalanan yang ditempuh adalah 157 km, dan panel indikator bahan bakar menunjukkan kalau Xpander yang kami tunggangi tidak mengonsumsi bahan bakar yang cukup banyak.
Baca Juga: 2017, Bursa Efek Indonesia Raup Pendapatan Usaha Rp1,20 Triliun
Total bahan bakar yang dihabiskan dalam perjalanan hari pertama sebanyak 9,1 km per liter. Keiritan konsumsi bahan bakar ini mungkin karena Xpander dipersenjatai mesin 1,5 liter, MIVEC, DOHC, 16 valve, yang dapat memproduksi tenaga 105 ps pada 6.000 rpm dan torsi 141 nm pada 4.000 rpm.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional