Otomotif / Mobil
Rabu, 06 Juni 2018 | 15:09 WIB
Ilustrasi kapal feri [Shutterstock].

4. Bila harus bermalam di feri, pesan dan tanyakan ketersediaan kamar penumpang. 

Hal ini penting, terutama bila keluarga membawa anak kecil. Tak ada salahnya juga bertanya-tanya soal penginapan di sekitar dermaga feri, sebagai antisipasi keterlambatan jadwal sehingga Anda sekeluarga dan mobil baru bisa diberangkatkan di hari berikutnya.

Foto: Sejumlah kendaraan roda empat tujuan Pulau Jawa, antre masuk kapal feri di Dermaga IV Pelabuhan Bakauheni, Lampung [Antara/Kristian Ali].

5. Di Hari-H penyeberangan, usahakan sudah tiba jauh sebelum jam keberangkatan.

Dan selalu update dengan info feri terkini, termasuk bila antrean sudah dibuka dan kapan saatnya mesti membawa mobil naik ke atas feri.

6. Parkirlah di tempat yang telah ditentukan dan ingat lokasi ini baik-baik.

Paling mudah, buat beberapa potret dengan ponsel untuk mengingat-ingat. Termasuk lajur dan posisi.

Ajak keluarga untuk beristirahat di ruangan yang telah disediakan, dibandingkan bergerombol di bagian tepi atau area keluar-masuk kendaraan. Selain berbahaya, juga berpotensi mengganggu kelancaran proses bongkar-muat feri.

Baca Juga: Resmi! Lorenzo Duet dengan Marquez di Honda Musim Depan

Foto: Ilustrasi pelampung di sebuah kapal feri [Shutterstock]

7. Perhatikan lokasi tempat penyimpanan pelampung penumpang, tangga darurat, ban penyelamat, sampai kotak obat atau P3K di seluruh penjuru feri.

Bagaimana pun, tindakan preventif dan tanggap situasi dibutuhkan dalam kondisi ramai arus mudik.

8. Rawat segera kendaraan yang telah diajak "melaut" sesegera mungkin.

Bagaimanapun, feri melayari lautan dengan kandungan garam.  Proses oksidasi bakal terjadi pada permukaan bodi kendaraan.  Mulai angin laut, sampai percikan air laut ke dalam feri bisa menimbulkan karat. 

Karena itu segera bersihkan mobil setelah dibawa berlayar dengan feri atau kapal. Paling tidak selesai liburan mudik dengan mencucinya menggunakan air serta bahan pembersih.

Load More