Suara.com - Pimpinan divisi M BMW telah menegaskan bahwa transmisi manual akan bertahan ke generasi berikutnya dari lini BMW M. Meskipun pada akhirnya, mereka akan terbunuh oleh perpindahan ke otomatisasi tingkat yang lebih tinggi.
"Kabar buruknya adalah bahwa jika suatu hari kita memiliki mobil swakemudi, maka manual tidak dapat berfungsi lagi," kata pemimpin BMW M Frank van Meel.
Namun, dia menekankan bahwa berakhirnya mobil dengan sistem manual yang tergerus dengan kecanggihan mobil swakemudi, tidak dalam waktu dekat.
Pernyataan ini disambut baik para pecinta BMW M dengan sistem manual. Disinyalir, sistem manual ini akan dikembangkan untuk model tertentu, khususnya M2, M3, dan M4, serta penerus mereka.
“Kompetisi BMW M2 masih memiliki manual karena suatu alasan. Seperti di AS kami memiliki lebih dari 50 persen tingkat pengambilan transmisi manual untuk M2,” katanya.
“Pembeli memilih dengan dompet mereka untuk transmisi manual. Sekarang, sebagai teknisi, saya akan mengatakan dari sudut pandang rasional bahwa meskipun gearbox manual lebih ringan daripada gearbox otomatis, ia menggunakan lebih banyak bahan bakar dan lebih lambat. Tetapi dari sudut pandang emosional, banyak pelanggan berkata, 'Saya tidak peduli, saya ingin memilikinya'," bebernya lagi.
Frank van Meel mengungkapkan, pabrikan akan menawarkan sistem manual untuk model M2, M3 dan M4.
"Kami mendengarkan pelanggan kami. Meskipun sebagai seorang teknisi saya akan mengatakan bahwa kita tidak membutuhkannya. Jika permintaan begitu tinggi, mengapa tidak memenuhinya? ” ujarnya.
Seperti diketahui, di pasar otomotif masih terjadi perdebatan antara mereka yang menyukai canggihan transmisi otomatis pintar dengan semua keunggulan. Di sisi lain, masih banyak yang menyukai pergeseran roda gigi manual. Lalu, masuk golongan manakah Anda? [Car and Driver]
Baca Juga: BMW M Ajarkan Anda Cara Melakukan Drift
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?