Suara.com - Di tengah banyaknya mobil baru yang bermunculan, rupanya pasar mobil bekas atau second hand tidak lantas surut. Bahkan bila melihat dari segi harga, dengan budget Rp 100 jutaan calon konsumen sebenarnya sudah bisa mendapatkan mobil baru.
Lalu apakah yang sebenarnya membuat pasar mobil bekas masih bisa bertahan di saat model baru semakin ramai bermunculan?
Menurut Regia Glamoria, Country Manager Mobil123 sebagai situs jual beli mobil online mengatakan, ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar mobil bekas masih bergairah.
"Karena kebutuhan setiap orang itu tidak sama. Selain itu harga juga menjadi faktor penentu," ujar Regia, di The Pallaz Jakarta, Rabu (26/9/2018).
Lebih lanjut, Regia Glamoria mencontohkan, semisal calon konsumen memiliki dana sebesar Rp 200 juta. Dengan beli mobil bekas, pelanggan bisa dapat brand yang lebih baik dibandingkan mobil baru.
"Dan yang menjadi catatan, Indonesia itu gengsi. Makanya mengapa mobil bekas masih menjadi primadona," kata Regia Glamoria.
Selain itu, cara mendapatkan secara mudah juga menjadi salah satu faktor. Terlebih pihak pembiayaan juga banyak yang terbuka.
"Ini alasan mobil bekas tetap kompetitif, walaupun di luar banyak mobil baru," tutup Regia Glamoria.
Baca Juga: Ada Integrasi Tol JORR, Macet Terurai Bayar Tol Jadi Lebih Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123