Suara.com - "Biarpun sedang sakit, saya mencoba untuk berlatih. Meskipun dengan memakai "daster", demikian tulis pemilik akun @yuanitafa di media sosial Instagram soal video yang berpotensi viral. Aksinya pun mengundang ribuan komentar.
Ibu dua putra itu tampil in-cam tengah berada dalam kabin Honda Brio, sangat lincah mengendalikan lingkar kemudi dan memainkan persneling, melakukan aksi drifting sembari sesekali berteriak kesal bila gagal menaklukkan rintangan yang ada di depannya.
Komentar unik pun berdatangan mengisi unggahan video dari perempuan yang akrab disapa Nita ini. Seperti, "Dia yang latihan gw yang miring-miring," tulis @amy_kusumaazmy. Atau, "Cakep emak-emak berdasteeer," kata @oktariani14. Juga ada yang jail, "Itu harus merot merot gitu kah mba?," tanya @mr.chandraaa mengomentari ekspresi Yuanita saat ngedrift.
Layak bila unggahan video itu menjadi viral. Akan tetapi bila mengetahui latar belakang sang pemilik akun, rasanya jadi cukup wajar juga.
Apa sebab, Yuanita Fatma adalah seorang peslalom yang telah malang-melintang di dunia sport otomotif lebih dari 19 tahun. Sejak usia belasan, perempuan yang bermukim di Sidoarjo tadi telah aktif mengikuti cabang olah raga itu, juga berbagai cabang otomotif lain, seperti time rally atau reli wisata.
Satu bidang yang ia tekuni tak lain adalah gymkhana, atau keterampilan memainkan kemudi serta persneling dengan dasar-dasar teknik tak beranjak jauh dari slalom.
Dan pasangan hidupnya, Hamzah Purwandoyo alias Ipung juga atlet slalom. Keduanya mewakili provinsi Jawa Timur atau Jatim.
Saat ini, Yuanita Fatma atau Nita aktif sebagai bendahara slalom Jawa Timur, Ketua Bidang IMI di Jawa Timur, serta bendahara umum HIPMI Sidoarjo.
Jadi wajar bukan, bila kepiawaiannya di balik kemudi tak perlu diragukan lagi. Aksi drifting yang biasanya selalu identik dengan kaum lelaki pun terasa begitu luwes dan apik di tangannya.
Baca Juga: Kevin / Marcus WO, Pelatih: Nyerinya Sampai ke Mata
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026
-
5 Pilihan Motor Matic Murah Siap Kuasai Tanjakan, Cocok Buat Mudik ke Pegunungan
-
Ini Jadi Pesaing Berat Yamaha Aerox 155, Mending Mana sama Viento 180? Harga Mirip!
-
Harga bak Langit dan Bumi: Inilah Pesaing Yamaha Grand Filano yang Lebih Murah Rp10 Juta
-
5 Fakta Bendera Indonesia Berkibar di WSSP: Aldi Satya Mahendra Naik Motor Apa?
-
Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri
-
Suzuki Swift Hybrid Sakura Edisi Spesial Tawarkan Kemewahan Khas Jepang Berpadu Teknologi Hybrid