Suara.com - Kementerian Transportasi Korea Selatan menjatuhkan denda terhadap BMW karena dianggap lalai untuk melakukan penarikan kembali (recall) sehingga menyebabkan kendaraan terbakar.
Alhasil produsen otomotif asal Jerman tersebut harus membayar denda US$ 9,93 juta, atau sekitar Rp 145 miliar.
Kantor berita Yonhap melaporkan, setidaknya ada 40 mesin mobil BMW yang terbakar sepanjang 2018. Di mana kebakaran disebabkan oleh bagian-bagian yang salah dalam sistem resirkulasi gas buang (EGR).
Sehingga kebocoran cairan pendingin dan katup yang rusak dalam sistem EGR menyebabkan mesin terbakar.
"Kementerian memerintahkan BMW untuk mengganti semua sistem EGR pada kendaraan yang ditarik," kata mereka.
Selain itu, pemerintah Korsel juga melakukan protes terhadap kantor pusat BMW di Jerman. Pasalnya pemerintah menganggap masalah ini sebenarnya sudah diketahui perusahaan pusat.
Sepanjang tahun ini, penjualan BMW di Korea Selatan mengalami penurunan 9,9 persen. Dalam 11 bulan di 2018, BMW hanya mampu menjual 47.569 unit kendaraan, dibandingkan dengan 52.817 unit kendaraan yang dijual pada periode yang sama tahun lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125