Suara.com - Soal emisi, negara-negara di benua Eropa, terutama yang bergabung dalam Uni Eropa memang menetapkan aturan ketat. Keseragaman dan kesepakatan akan saluran gas buang dan hasil pembakaran dirumuskan, agar produk-produk otomotif memiliki standar tinggi dalam menjaga lingkungan. Tak terkecuali pemerintah Jerman, yang baru-baru ini menuntut Bayerische Motoren Werke atau BMW.
Lewat jaksa penuntut, Jerman memberikan denda kepada BMW sebesar 8,5 juta Euro atau sekitar Rp 134,9 miliar pada Senin lalu (25/2/2019), setelah BMW terbukti melakukan pelanggaran emisi kendaraan diesel yang sudah ditetapkan di Eropa.
"Jaksa penuntut telah menjatuhkan denda atas pelanggaran administratif karena kelalaian dalam pengendalian kualitas," kata penyidik dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Kecurigaan penuntut sebenarnya sudah dimulai sejak 2018. Saat itu, BMW diduga menggunakan perangkat lunak alias software yang mampu menurunkan hasil tes emisi saat pengujian, namun kadar emisi terbukti lebih tinggi saat kendaraan mengaspal di medan jalan raya sesungguhnya.
Apa yang dilakukan BMW sebenarnya bukanlah yang pertama kali terjadi. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh produsen asal Jerman lainnya, yakni Volkswagen.
Pada 2015 Volkswagen harus membayar denda satu miliar Euro atas kecurangan yang dilakukan. Setelah dilakukan penyidikan, terbukti produsen ini telah memasang perangkat lunak di 11 juta unit mobil produksinya di seluruh dunia, untuk mengelabui uji emisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Nissan Pangkas Waktu Produksi Jadi 26 Bulan Demi Lawan Dominasi Mobil China
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Sukses Amankan Podium di ARRC Motegi Jepang
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo