Suara.com - Layanan angkutan mudik gratis untuk Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah disediakan begitu banyak pihak. Juga moda transportasinya. Mulai bus, kereta api, sampai kapal laut. Ditambah truk untuk mengangkut sepeda motor.
Disebut terakhir ini sangatlah penting, mengingat bepergian jauh dengan kendaraan roda dua lebih rawan kecelakaan lalu lintas atau laka lantas. Hal ini dituturkan pula oleh Satriyo Hidayat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.
Dikutip dari kantor berita Antara, Satriyo Hidayat di Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (17/5/2019) menyatakan, "Cukup banyaknya fasilitas mudik gratis dapat mengurangi pemudik sepeda motor di jalanan, memperlancar arus lalu lintas, serta menurunkan angka kecelakaan di jalanan selama arus mudik."
Dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk tujuan Jawa Tengah disediakan 75 truk untuk mengangkut sepeda motor para pemudik.
"Ada pula kapal ro-ro yang disiapkan gratis dan mampu mengangkut dua ribu pemudik, dan ribuan sepeda motor, rencananya akan diberangkatkan pada 31 Mei 2019 melalui Pelabuhan Tanjung Priok," imbuh Satriyo Hidayat.
Secara umum, masyarakat yang sudah mendaftar di program mudik gratis dari beberapa daerah di sekitar Jakarta untuk tujuan Jawa Tengah akan diberangkatkan mulai akhir Mei hingga awal Juni 2019.
"Rencananya, untuk pemudik yang menggunakan bus akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 1 Juni, sedangkan pemudik yang menggunakan kereta api dan kapal laut, akan diberangkatkan lebih awal yakni 31 Mei 2019," jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah itu.
Dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri, disediakan 210 unit bus untuk keberangkatan pagi, 80 bus di jam siang dengan tujuan langsung Wonogiri, serta 30 bus menuju Karanganyar.
Sementara untuk kereta api, akan ada tiga rangkaian gerbong kereta api diberangkatkan melalui Stasiun Pasar Senen pada 31 Mei 2019 dengan kapasitas angkut tiap rangkaian sekitar 600 orang, untuk tujuan Solo, Semarang, dan Purwokerto.
Baca Juga: GP Belanda Kembali Masuk Kalender F1, Max Verstappen Gembira
Selain dari Pemprov Jateng, Kementerian Perhubungan menyiapkan 800 bus untuk mengangkut pemudik dari Jakarta menuju Solo, Semarang, Purwokerto, dan Wonogiri.
Adapun proses pendaftaran program mudik gratis ini dibuka mulai April 2019 dan calon pemudik cukup menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) di Kantor Perwakilan Jateng, Jalan Prapanca II Nomor 11 Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah