Suara.com - Keberadaan tol Trans Jawa yang di saat Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah telah menunjukkan perannya sebagai penyambung kota-kota di seantero Jawa. Terbukti, ruas jalan ini mencetak rekor jumlah kendaraan keluar-masuk. Dan kini, disebutkan memiliki nilai tambah bagi mobil van.
Dikutip dari kantor berita Antara, Aldo Andityra Rais, Department Manager Van Sales Operations PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, pada Senin (24/6/2019) menyatakan hal ini.
"Pembangunan tol, baik di Jawa maupun luar Jawa dan sejumlah jalur jalan nasional yang telah selesai dan mulai dioperasikan akan mendorong pasar mobil van di Indonesia lebih baik, termasuk untuk penjualan produk kami," demikian papar Aldo Andityra Rais, seperti dikutip dari kantor berita Antara.
Untuk itu, Mercedes-Benz optimistis penjualan produk kendaraan jenis lansirannya, Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3, di Indonesia akan cemerlang menyusul kondisi infrastruktur nasional yang semakin baik. Penyedia jasa transportasi kelas premium, menurut Aldo Andityra Rais menjadi pelanggan loyal Mercedes-Benz untuk produk mobil van.
"Semakin baiknya kondisi infrastruktur, kami harapkan membuat bisnis premium transporter semakin baik dan berdampak pada penjualan seri Sprinter kami," jelasnya.
Saat ini, Mercedes-Benz sendiri tengah seru-serunya memasarkan Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3 sebagai pemimpin pasar mobil van kelas menengah atas. Kedua seri mobil yang diklaim sebagai mobil van paling jangkung se-Indonesia ini adalah unit produk impor lengkap atau Completely Built Up (CBU).
"Seri A2 dan A3 ini kami datangkan langsung dari kota Dusseldorf, Jerman," imbuh Aldo Andityra Rais.
Selain mengincar fleet market seperti travel, kendaraan medis, dan kendaraan pemerintahan, Mercedes-Benz juga mengincar pasar privat use di kota-kota besar Indonesia dengan produk khusus yang mengganti desain interior.
Baca Juga: Wah, Aktor dan Politikus Ini Nyamar, Ajak Konsumen Bermobil Listrik
"Pembeli bisa mengubah bagian kabin penumpang mobil seri Sprinter A2 dan A3 ini sesuai dengan selera mereka," jelasnya.
Sebagai contoh, ada pelanggan memodifikasi kabin dari van bermesin 2.143 cc itu dengan sofa, tempat tidur, toilet, dan sejumlah penunjang kenyamanan lainnya.
Dua produk ini diberi label cukai Rp 816 juta hingga Rp 860 juta per unit mobil tanpa interior bagian belakang atau tanpa kabin belakang mobil.
"Untuk customize bagian interior kabin belakang, harganya disesuaikan fasilitas apa saja yang akan dipasang," tambah Aldo Andityra Rais.
Untuk layanan pemesanan khusus interior kabin belakang mobil seri Sprinter A2 dan A3 itu, Marcedes-Benz mempercayakannya pada perusahaan rekanan mereka, BAV Auto Design dan Baze Luxury Bus.
Karya Baze Luxury Bus atas Mercedes-Benz Sprinter ini antara lain bisa dilongok di gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan