- Mitsubishi Kuda menjadi pilihan mobil bekas populer karena mesin 4D56 miliknya sangat tangguh menggunakan bahan bakar Biosolar bersubsidi.
- Sistem injeksi mekanis konvensional pada mesin Kuda membuatnya lebih toleran terhadap solar berkualitas rendah dibandingkan mobil diesel modern.
- Penggunaan Biosolar mampu menghemat biaya operasional secara signifikan bagi pemilik dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar diesel nonsubsidi yang mahal.
Suara.com - Di antara nama besar Toyota Kijang dan Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda seringkali hanya menjadi figuran. Padahal, di jantungnya bersemayam mesin 4D56 mesin yang sama dengan Pajero Sport generasi awal.
Di tengah harga solar nonsubsidi yang menembus Rp27.900 per liter, si "kuda hitam" ini justru punya keunggulan yang bikin Kijang dan Panther iri: aman minum Biosolar bersubsidi tanpa banyak drama. Jadi, masih underratedkah ia?
Di tengah riuh rendahnya pemberitaan soal harga solar nonsubsidi yang terus meroket, pembeli mobil bekas di Indonesia kini punya preferensi baru: mobil diesel lawas yang kompatibel dengan Biosolar.
Sebab, dengan Dexlite yang kini bertengger di Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex di Rp27.900 per liter, selisihnya dengan Biosolar bersubsidi (Rp6.800/liter) bisa mencapai Rp20.000 per liter.
Di segmen inilah Mitsubishi Kuda tiba-tiba mencuat dan layak diperhitungkan. Seringkali kalah populer dari Toyota Kijang LGX atau Isuzu Panther, Kuda sejatinya menyimpan "senjata rahasia" di balik kap mesinnya.
Mobil ini menggendong mesin legendaris 4D56, mesin yang sama dengan Mitsubishi Pajero Sport generasi pertama, namun dalam setingan yang lebih sederhana. Tidak salah bila banyak yang menyebutnya "Pajero Sport versi rakyat".
Mari kita bedah apakah mobil yang satu ini layak dipinang di tahun 2026.
Spesifikasi dan Performa, Pajero Sport Versi Paket Hemat
Mesin Mitsubishi Kuda diesel berkode 4D56, berkapasitas 2.477 cc, 4 silinder SOHC, dengan sistem indirect injection. Mesin ini adalah legenda hidup Mitsubishi yang sudah teruji di berbagai medan ekstrem Indonesia sejak era 1990-an, dari dipasang di pikap L300, Pajero generasi awal, hingga Pajero Sport.
Baca Juga: Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan
Yang membedakan mesin Kuda dengan Pajero Sport terletak pada penyetelan tenaga dan teknologi injeksi. Jika Pajero Sport lawas memakai versi turbocharged common rail yang menyemburkan tenaga hingga 134 HP dan torsi 324 Nm, maka versi Kuda tidak dibekali turbo dan memakai sistem indirect injection yang lebih primitif. Hasilnya, tenaga Kuda diesel hanya sekitar 73 PS (84 HP untuk generasi akhir) dengan torsi puncak 143-165 Nm.
Angka tenaga yang terpaut hampir setengahnya ini mungkin mengecewakan di atas kertas. Tapi justru di sinilah kekuatan tersembunyi Mitsubishi Kuda: kesederhanaan sistem injeksinya.
Kenapa Aman Pakai Biosolar? Ini Penjelasan Teknisnya
Mobil diesel modern seperti Pajero Sport generasi terbaru atau Innova Reborn sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Sistem common rail-nya butuh solar dengan kadar sulfur rendah agar injector presisi tinggi tidak cepat rusak.
Lain cerita dengan Mitsubishi Kuda. Mesin 4D56 miliknya menggunakan sistem injeksi mekanis konvensional yang jauh lebih toleran terhadap solar berkualitas rendah.
Inilah yang membuat Kuda dapat minum Biosolar subsidi tanpa banyak mengeluh. Biosolar memiliki kadar sulfur lebih tinggi (hingga 2.500 ppm) dibanding Dexlite yang hanya 300 ppm.
Berita Terkait
-
Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan
-
7 Mobil 'Raja Jalanan' Identik dengan Citra Arogan, Kini Kemerosotan Harganya Bikin Segan
-
Bodi Boxy Makin Seksi, Inikah Mobil Mitsubishi Terbaru Pesaing Fortuner yang Dinanti?
-
Dexlite dan Dex Naik Lagi: 5 Mobil Diesel Ini Paling Terpukul, Harga Bekas Ditaksir Terjun Bebas
-
5 Mobil Diesel Tiga Baris Low Cortisol Nggak Bikin Kantong Jebol, yang Aman Pakai Biosolar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Apakah Garansi Mobil Bekas Hangus Jika Unit Dijual Alias Pindah Tangan?
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Bosan Suspensi Keras? Coba LMPV Elegan Bekas Ini, Garansi Nyaman Keluarga Tenang
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Reinkarnasi Freelander Melalui Tangan Dingin Chery Siap Goyang Dominasi SUV Premium Global