Otomotif / Mobil
Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB
Mitsubishi Kuda, salah satu mobil tua yang aman pakai Biosolar. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Mitsubishi Kuda menjadi pilihan mobil bekas populer karena mesin 4D56 miliknya sangat tangguh menggunakan bahan bakar Biosolar bersubsidi.
  • Sistem injeksi mekanis konvensional pada mesin Kuda membuatnya lebih toleran terhadap solar berkualitas rendah dibandingkan mobil diesel modern.
  • Penggunaan Biosolar mampu menghemat biaya operasional secara signifikan bagi pemilik dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar diesel nonsubsidi yang mahal.

Suara.com - Di antara nama besar Toyota Kijang dan Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda seringkali hanya menjadi figuran. Padahal, di jantungnya bersemayam mesin 4D56 mesin yang sama dengan Pajero Sport generasi awal.

Di tengah harga solar nonsubsidi yang menembus Rp27.900 per liter, si "kuda hitam" ini justru punya keunggulan yang bikin Kijang dan Panther iri: aman minum Biosolar bersubsidi tanpa banyak drama. Jadi, masih underratedkah ia?

Di tengah riuh rendahnya pemberitaan soal harga solar nonsubsidi yang terus meroket, pembeli mobil bekas di Indonesia kini punya preferensi baru: mobil diesel lawas yang kompatibel dengan Biosolar.

Sebab, dengan Dexlite yang kini bertengger di Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex di Rp27.900 per liter, selisihnya dengan Biosolar bersubsidi (Rp6.800/liter) bisa mencapai Rp20.000 per liter.

Di segmen inilah Mitsubishi Kuda tiba-tiba mencuat dan layak diperhitungkan. Seringkali kalah populer dari Toyota Kijang LGX atau Isuzu Panther, Kuda sejatinya menyimpan "senjata rahasia" di balik kap mesinnya.

Mobil ini menggendong mesin legendaris 4D56, mesin yang sama dengan Mitsubishi Pajero Sport generasi pertama, namun dalam setingan yang lebih sederhana. Tidak salah bila banyak yang menyebutnya "Pajero Sport versi rakyat".

Mari kita bedah apakah mobil yang satu ini layak dipinang di tahun 2026.

Spesifikasi dan Performa, Pajero Sport Versi Paket Hemat

Mesin Mitsubishi Kuda diesel berkode 4D56, berkapasitas 2.477 cc, 4 silinder SOHC, dengan sistem indirect injection. Mesin ini adalah legenda hidup Mitsubishi yang sudah teruji di berbagai medan ekstrem Indonesia sejak era 1990-an, dari dipasang di pikap L300, Pajero generasi awal, hingga Pajero Sport.

Baca Juga: Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan

Yang membedakan mesin Kuda dengan Pajero Sport terletak pada penyetelan tenaga dan teknologi injeksi. Jika Pajero Sport lawas memakai versi turbocharged common rail yang menyemburkan tenaga hingga 134 HP dan torsi 324 Nm, maka versi Kuda tidak dibekali turbo dan memakai sistem indirect injection yang lebih primitif. Hasilnya, tenaga Kuda diesel hanya sekitar 73 PS (84 HP untuk generasi akhir) dengan torsi puncak 143-165 Nm.

Angka tenaga yang terpaut hampir setengahnya ini mungkin mengecewakan di atas kertas. Tapi justru di sinilah kekuatan tersembunyi Mitsubishi Kuda: kesederhanaan sistem injeksinya.

Ilustrasi Mitsubishi Kuda. (Suara.com x Gemini AI)

Kenapa Aman Pakai Biosolar? Ini Penjelasan Teknisnya

Mobil diesel modern seperti Pajero Sport generasi terbaru atau Innova Reborn sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Sistem common rail-nya butuh solar dengan kadar sulfur rendah agar injector presisi tinggi tidak cepat rusak.

Lain cerita dengan Mitsubishi Kuda. Mesin 4D56 miliknya menggunakan sistem injeksi mekanis konvensional yang jauh lebih toleran terhadap solar berkualitas rendah.

Inilah yang membuat Kuda dapat minum Biosolar subsidi tanpa banyak mengeluh. Biosolar memiliki kadar sulfur lebih tinggi (hingga 2.500 ppm) dibanding Dexlite yang hanya 300 ppm.

Load More