DFSK Glory 560 sebenarnya hadir dengan dua pilihan mesin, yakni 1.500 dan 1.800 cc. Hanya saja tim Suara.com berkesempatan untuk mengeksplore varian mesin 1.500 cc turbocharger bertransmisi automatic.
Tenaga yang dihasilkan oleh teknologi mesin 1500 cc turbocharger akan terhubung ke roda melalui transmisi CVT. Bekal yang ada memang cukup bisa diandalkan ketika mobil berada di putaran atas.
Hanya saja saat mesin berada di putaran bawah, mobil terasa lemot. Dari pengalaman yang tim dapatkan, tenaga Glory 560 baru terasa saat rpm 1.800 ke atas.
Konsumsi bahan bakarnya sendiri terbilang cukup irit. Mobil yang menjadi tulang punggung penjualan DFSK ini memcapai 1 liter banding 11,8 kilometer. Walaupun hasil tes internal pabrikan mencapai 1 liter banding 12,6 kilometer.
Dari sisi berkendara, secara keseleruhan DFSK Glory 560 cukup nyaman untuk dikendarai. Saat melaju di jalan tol, mobil terbilang cukup senyap.
Memasuki daerah Lido, Sukabumi, mobil kembali ditancap untuk melalui medan perbukitan. Kembali lagi, saat memulai di bawah rpm 2.000 mobil kurang responsif saat menghadapi tanjakan. Namun kalau start awal di atas rpm 2.000, mobil tidak mengalami masalah berarti.
Memasuki medan bergelombang, DFSK Glory 560 terasa istimewa pada bagian kaki-kaki. Bantingan mobil cukup empuk sehingga pengendara dan penumpang masih cukup nyaman ketika melewati jalan yang bergelombang. Selain itu ground clearence yang tinggi membuatnya mampu melampaui medan dengan nyaman.
Di Indonesia DFSK Glory 560 dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 189 - Rp 239 juta. Produk teranyar dario DFSK ini menjadi penantang Toyota Rush dan Daihatsu Terios di kelasnya.
Baca Juga: Penjualan Glory 560 Tembus 2.000 Unit Hingga Juli 2019
Berita Terkait
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Penampakan SUV Misterius DFSK Tertangkap Melakukan Uji Jalan di Indonesia
-
Hyundai Ajak Konsumen Nonton Langsung Piala Dunia 2026 Lewat Program Test Drive
-
DFSK Siap Pasok Mobil Pikap untuk Program Koperasi Merah Putih
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak