Otomotif / Mobil
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:45 WIB
Mobil Pikap DFSK Super Cab yang telah mendapat sejumlah penyesuaian untuk kebutuhan bisnis. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • PT Sokonindo Automobile (DFSK) siap sediakan armada pikap dukung Program Koperasi Desa pada 10 Maret.
  • DFSK menekankan tiga tahapan penting sebelum penyediaan armada, dimulai dari penilaian kebutuhan spesifikasi kendaraan.
  • Setelah tahapan terpenuhi, DFSK menjanjikan penawaran harga bersaing untuk mendukung program pemberdayaan desa tersebut.

Suara.com - PT Sokonindo Automobile (DFSK) menyatakan kesiapan untuk berkontribusi menyediakan armada mobil pikap guna mendukung Program Koperasi Merah Putih. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus di kawasan Jakarta Selatan.

Barus menjelaskan bahwa pihaknya memiliki lini kendaraan pikap yang siap memenuhi kebutuhan pemerintah. Namun terdapat tiga tahapan krusial yang harus diperhatikan sebelum kerja sama dilakukan untuk memastikan distribusi kendaraan tepat sasaran.

"Kami siap, tetapi kami ingin semua ada tiga tahapan baru kami mau," tegas Barus, Selasa (10/3/2026).

Tahapan pertama yang ditekankan adalah perlunya penilaian kebutuhan atau need assessment secara terperinci. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah kendaraan yang diperlukan oleh koperasi desa adalah tipe penggerak roda 4x2 atau 4x4.

"Satu, we do need assessment. Artinya begini, need assessment itu apa yang dibutuhkan oleh koperasi desa ini betul tidak 4x2 atau 4x4," tuturnya.

Selain spesifikasi teknis, DFSK juga menyoroti pentingnya kepastian waktu distribusi armada jika nantinya dibutuhkan oleh program tersebut. Alexander Barus menegaskan bahwa proses ini harus menjadi kesepakatan bersama.

Mobil Pikap DFSK Super Cab yang telah mendapat sejumlah penyesuaian untuk kebutuhan bisnis. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)

"Ini tiga tahapan yang harus kita pastikan bersama," tegasnya.

Jika seluruh tahapan tersebut sudah terpenuhi, DFSK berjanji akan memberikan penawaran harga yang bersaing. Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung industri otomotif nasional dan program pemberdayaan desa.

"Tahap selanjutnya mari kita bicara soal harga. Kami yakin, kami bisa menyampaikan harga yang bersaing dengan kondisi bahwa kami memproduksi apa yang tidak kita miliki," ungkapnya.

Baca Juga: Komparasi Mahindra Scorpio Pick Up vs Isuzu Traga Untuk Kendaraan Operasional

DFSK saat ini mengandalkan DFSK Super Cab yang memiliki kemampuan angkut beban hingga 1,4 ton untuk varian mesin konvensional. Selain itu tersedia juga DFSK Gelora E sebagai pelopor van listrik yang mampu menjelajah hingga 300 km untuk operasional yang lebih ramah lingkungan.

Load More