Suara.com - Menerobos perlintasan KA adalah tindakan yang kurang bijak karena nyawa taruhannya. Nasib mujur sepertinya masih menghampiri truk yang tersangkut perlintasan KA di Banyumas, Jawa Tengah ini meski proses evakuasinya bikin deg-degan.
Lewat jejaring Facebook warganet bernama Galih Pratama mengunggah dua video yang memperlihatkan sebuah truk yang membawa muatan, tersangkut di tengah perlintasan KA.
Dari informasi yang disebutkan, kejadian itu terjadi di perlintasan kereta api Gandulekor, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
"Tadi sore guys di perlintasan kereta api Gandulekor, Rawalo. Alhamdulillah truk bisa didorong berkat bantuan para pengemudi," kata Galih.
Ada dua video yang diunggah Galih ke jejaring Facebook. Video pertama berdurasi hampir dua menit dan terlihat ada truk yang tersangkut di tengah perlintasan KA.
Melihat ada truk yang tersangkut, beberapa warga dan pengendara motor langsung turun dan berusaha mendorong truk untuk mundur.
Namun karena kontur jalan yang agak menurun membuat truk agak sulit untuk mundur.
Tak hanya sekali, truk tersebut kembali didorong mundur karena jaraknya masih terlalu dekat dengan rel kereta api.
Setelah dirasa cukup, warga dan pengendara motor yang membantu pun segera membubarkan diri karena kereta semakin dekat.
Baca Juga: KCN Sebut Investasi Rp 588 Miliar Hanya Dermaga Pier 1 Pelabuhan Marunda
Tidak ada korban dari kejadian di atas, dan warganet pun saling mengingatkan untuk tidak menerobos perlintasan KA baik disengaja maupun tidak.
"Untung aja keretanya masih agak jauh. Pernah lewat sini kejebak hampir lima menit kereta belum lewat, padahal udah di depan palang pas," kata Salsabillah.
Sementara itu warganet bernama Ngadimin Andayani menjelaskan kenapa truk tersebut bisa tersangkut di tengah perlintasan KA.
"Kena efek elektro magnetik yang timbul karena dinamo kereta yang tersalur ke roda kereta dan ke rel kereta. Efeknya bisa sampai satu kilometer. Buat kendaraan yang kurang prima mengakibatkan mesin mati mendadak. Kalau sudah begitu jangan terus-terusan distarter, percuma karena nggak akan hidup mesinnya. Lebih baik kalau kereta masih relatif jauh, minta tolong masyarakat untuk mendorong kendaraan keluar dari jalur kereta. Kalau sekiranya nggak sempat, ya lebih baik tinggalin kendaraannya untuk menyelamatkan nyawa penumpang." Jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Usia Baru 31 Tahun, Segini Fantastisnya Garasi Adela Kanasya Anak Adies Kadir yang Jadi Anggota DPR
-
Asyik Sebat saat Rapat, Isi Garasi Anggota Dewan Achmad Syahri Jadi Sorotan Publik
-
SUV Hybrid JETOUR Buktikan Ketangguhan di Lintasan Ekstrem
-
Komunitas Moge GSrek Indonesia Tuntaskan Touring Adventure Sumba
-
Sensasi Menjelajahi Keindahan Wisata Lampung di MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Terpopuler: Garasi Indri Wahyuni Juri LCC MPR, Gubernur Jabar Hapus Pajak Tahunan Kendaraan
-
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...
-
PLN Siapkan SPKLU Baru Hingga ke Kulon Progo, Pemilik Mobil Listrik di Jogja Makin Dimanjakan
-
Manuver Selincah Hatchback, Kabin Selega MPV: Mobil Bekas Ini Cocok untuk Ibu Muda
-
Kontroversi Juri LCC MPR Dyastasita Widya Budi: Punya Harta Rp581 Juta, Tapi Garasinya Kosong