Suara.com - Selain perang dagang dengan China yang dilakukan pemerintahan Amerika Serikat di bawah pemerintahan President of The United States (POTUS) Donald Trump, sederet kebijakan bidang ekonomi terus dilakukannya atas berbagai negara.
Seperti dikutip kantor berita Antara dari Reuters (6/11/2019), mulai Oktober 2019, Amerika Serikat menerapkan tarif 25 persen terhadap wiski Skotlandia dan produk Eropa lainnya. Hal ini adalah balasan atas subsidi Uni Eropa untuk pesawat berskala besar.
Dalam kesempatan yang berbeda, pemerintahan Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap kendaraan dan suku cadang Uni Eropa. White House di Washington D.C akan memutuskan apakah pihaknya bakal memberlakukan pajak ini mulai 14 November 2019. Tarif itu pernah ditunda hingga enam bulan, dan para pakar perdagangan memperkirakan hal itu mungkin bakal terulang kembali.
Karena itu, Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris telah menyampaikan via telepon, bahwa ia meminta POTUS Donald Trump agar mencabut tarif sejumlah produk termasuk wiski Skotlandia, kata juru bicara Downing Street melalui pernyataan tertulis, Selasa (5/11/2019).
Dalam pernyataan ini juga disebutkan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson juga mendesak POTUS untuk tidak memberlakukan tarif terhadap ekspor mobil.
"Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat Kemitraan Khusus melalui perjanjian perdagangan bebas bilateral yang solid setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa," demikian pernytaan yang diberikan oleh pihak White House di Washington D.C.
Sedikit catatan soal besaran 25 persen tarif produk otomotif dari POTUS. Bila sungguh-sungguh diberlakukan untuk Britania Raya, maka akan menjadi sanksi produk otomotif di negara ketiga. Sebelumnya, negara pertama adalah Meksiko. Juga berupa sanksi atas produk otomotif senilai 25 persen, bila negara itu tidak bisa mengontrol imigran gelap dari Meksiko ke Amerika Serikat. Sesudahnya adalah China, sebagai bagian dari perang dagang Negara Paman Sam, dengan negara Tirai Bambu.
Baca Juga: Dinas Pariwisata DIY: Event Otomotif Bawa Imbas Positif bagi Masyarakat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
-
Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif