RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Kamis, 05 Desember 2019 | 11:00 WIB
Ilustrasi motor celaka karena ban [Shutterstock].

Suara.com - Ada anggapan atau mitos otomotif bahwa tindakan mengurangi tekanan angin menjadi salah satu cara agar ban tidak licin saat sepeda motor dibawa melaju dalam kondisi hujan. Ternyata, tindakan itu malah tidak dianjurkan.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, pola pikir serta mitos itu salah kaprah.

Ilustrasi hujan. (Shutterstock)

"Jangan pernah berpikir tindakan saat mengantisipasi berkendara dalam hujan adalah mengurangi tekanan angin ban untuk mendapatkan grip yang baik. Karena kurangnya tekanan angin pada ban tadi justru membuat ban kehilangan gripnya," ujar Sony Susmana kepada Suara.com.

Lebih lanjut, menurut Sony Susmana, hal yang harus diperhatikan saat berkendara dalam kondisi hujan adalah teknik pengereman. Pengemudi harus menekan pedal rem secara halus agar tidak tergelincir.

"Untuk motor, biasakan pedal rem depan dipencet berbarengan dengan tekanan yang berbeda. Depan 60 persen dan belakang 40 persen," terang Sony Susmana.

Selain itu, saran Sony Susmana, saat melakukan pengereman dalam kondisi hujan, biasakan motor dalam keadaan tegak.

"Ini untuk menghindari selip akibat motor tidak seimbang," katanya.

Terakhir, pastinya tetap menjaga jarak aman berkendara dan tetap waspada terhadap genangan air. Sangat penting diperhatikan tentu jangan jaga kecepatan karena jarak pandang terganggu saat menerobos hujan.

Read more...