Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) menyatakan pekerja dari Vietnam dan Thailand dinilai paling siap menghadapi industri mobil listrik dibandingkan dengan pekerja Indonesia.
"Kalau saat ini, untuk SDM yang siap untuk mobil listrik itu Vietnam dan Thailand ya. Thailand terutama. Jadi kita punya kendala di pendidikan vokasi, ini yang harus kita perkuat," kata Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Bidang Teknologi dan Data Potensi Usaha Hadi S Cokrodimejo pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Kamis (5/12/2019).
Dia mengatakan dua negara tersebut saat ini sudah mempersiapkan berbagai aspek untuk pengembangan produksi mobil listrik. Sementara di Indonesia, kata Hadi, baik dari SDM maupun fasilitas pendukung untuk industri mobil listrik masih minim.
"Tempat praktik di SMK-SMK kita rata-rata untuk mesin manual dan sekarang kan kebanyakan transmisi otomatik," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, jika pemerintah pusat dan daerah tidak mau ikut andil terkait perkembangan industri mobil listrik maka pekerja dari Vietnam dan Thailand bisa mengambil peluang kerja di Indonesia saat Hyundai Motor Company membangun pusat manufaktur yang pertama di Cikarang, Jawa Barat.
Kadin Jabar juga meminta produsen kendaraan asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company membangun tempat pelatihan perakitan mobil listrik bagi siswa SMK, terkait keputusan Hyundai yang akan membangun pusat manufaktur pertama di Indonesia .
"Itu bentuknya bisa factory teaching di SMK atau di politeknik atau di Balai Latihan Kerja. Jadi Hyundai harus memberikan peralatan di-update," kata Hadi.
Menurut dia, saat ini SMK, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja di Jawa Barat masih belum memiliki tempat pelatihan untuk mobil listrik.
"Jadi kita (Indonesia) punya kendala di pendidikan vokasi yakni di SMK dan politeknik, dan itu harus kuat dulu. Kemudian keahlian, masalah peralatan kita memang kurang, kita berharap Pemprov Jabar bisa mendanai SMK, politeknik diperkuat," tutup Hadi. [Antara]
Baca Juga: Resmi! Hyundai Motor Bangun Pabrik Pertama di Cikarang
Berita Terkait
-
Berapa Minimal Daya Listrik Rumah untuk Charge Mobil Listrik? Tak Perlu Antre di SPKLU
-
Mobil Listrik Kecil Apa Saja? Ini 5 Pilihan yang Layak Dicoba, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
Masa Kejayaan BYD Mulai Goyah, Laba Anjlok dan PHK Ribuan Karyawan
-
5 Mobil Listrik Garansi Baterai Terpanjang, Laris Manis di Pasar Tanah Air
-
VinFast Daftarkan Paten Mobil SUV 7 Penumpang Baru di Indonesia, Tantang BYD M6?
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
Terkini
-
6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
-
Mudah, Ini Cara Merawat Motor saat Cuaca Panas dan Terik
-
Berapa Minimal Daya Listrik Rumah untuk Charge Mobil Listrik? Tak Perlu Antre di SPKLU
-
Mobil Listrik Kecil Apa Saja? Ini 5 Pilihan yang Layak Dicoba, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
Masa Kejayaan BYD Mulai Goyah, Laba Anjlok dan PHK Ribuan Karyawan
-
7 Sepeda Listrik Kuat Tanjakan dengan Fitur Fast Charging, Harga Mulai Rp3 Jutaan!
-
Berapa Biaya Pajak STNK Motor Listrik Tahun 2026? Beda Jauh dengan Motor Biasa
-
Terpopuler: 5 Motor Listrik dengan Garansi Baterai Terlama hingga Motor Bekas Paling Irit
-
7 Motor Listrik Fast Charging Rp10 Jutaan untuk Ojol, Isi Baterai Cuma 20 Menit
-
Pembalap McLaren Oscar Piastri Amankan Posisi Kedua GP Jepang 2026