Suara.com - Kejadian berujung wafatnya seorang pelajar telah terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Kabupaten Bantul. Saat itu, seorang pelajar yang kini berstatus tersangka pada 14 Desember 2019 sekitar pukul 14.30 WIB, mendapat informasi lewat pesan whatsapp tentang rencana melempar cat tembok kepada rombongan "Holiday" yang akan lewat di Jalan Siluk Imogiri, Bantul.
Bersama rekan-rekan tersangka, total berjumlah 12 remaja yang terbagi dalam enam unit sepeda motor, dipersiapkan cat dalam plastik untuk aksi pelemparan. Lantas tersangka menyusul teman-temannya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna putih, untuk bertemu di Jalan Siluk. Ia bermotor paling depan.
Sesampainya di depan toko besi Sri Gading Desa Kebonangung, Imogiri, Bantul, ia menendang salah satu anggota rombongan, Fatur Nizar Rakadio alias Dio (17), pelajar kelas 10 SMK N 2 Depok Sleman yang mengendarai sepeda motor Yamaha R15 bersama temannya. Motor itu oleng, terjatuh ke sisi sebelah kanan jalan terjadi tabrakan.
"Akibat kejadian ini korban yang terjatuh mengalami luka-luka kemudian dibawa ke rumah sakit Nur Hidayah Jetis, Bantul untuk mendapat pertolongan medis," jelas Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budisulistyana.
Saat dilakukan rontgent, korban mengalami patah tulang leher, retak tulang punggung dan patah geser tulang janggut. Dari pemeriksaan medis ini, tiga jam kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban mengalami kondisi serius sehingga dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk penanganan medis secara lebih intensif.
Di RSUP Sardjito Yogyakarta, korban menjalani perawatan dan rawat inap selama 27 hari. Dan Kamis pekan lalu (9/1/2020) sekitar pukul 22.00 WIB mengalami koma hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dari kejadian ini, orangtua korban melaporkan kejadian kepada Polisi. Lantas yang dilapori bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya diperoleh keterangan mengarah kepada tersangka dan teman-temannya. Polisi mengamankan satu persatu rombongan pelajar dan juga tersangka di Mapolres Bantul.
"Setelah melakukan penyelidikan, Jumat 10 Januari 2020 kami berhasil mengamankan 12 orang anak diduga rombongan yang telah melakukan penganiayaan ini. Mereka diamankan di Polres Bantul guna proses penyidikan lebih lanjut," tandas Kapolres Bantul.
Dalam penanganan perkara kegiatan iseng bermotor ini, aparat Kepolisian Polres Bantul berhasil mengamankan 12 orang pelajar yang melakukan penganiayaan dan mengakibatkan Fatur Nizar Rakadio atau Dio meninggal dunia. Satu dari 12 orang yang diamankan ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 11 orang pelajar lainnya masih sebagai saksi.
Baca Juga: 5 Best Otomotif Pagi: Kisah Seram Motoran Alitt, Laka Lantas Momota
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budisulistyana menuturkan, APS (18), pelajar yang beralamat di Botokenceng R106 Desa Wirokerten Kecamatan Banguntapan Bantul ditetapkan sebagai tersangka. APS adalah pelaku yang menendang korban ketika mengendarai sepeda motor sehingga korban terjatuh dan sempat dirawat di rumah sakit selama 27 hari sebelum meninggal dunia.
"Pelaku berboncengan sepeda motor, tetapi yang memboncengkan statusnya masih sebagai saksi," jelas Kapolres Bantul kepada jurnalis, Selasa (14/1/2020) di Mapolres Bantul.
Selain menangkap 12 pelajar tadi, Polisi juga mengamankan enam unit sepeda motor milik para pelaku, satu unit motor milik korban, satu helm merk ZEUS wama putih corak hitam merah, satu buah plastik bekas bungkus cat wama hijau muda, serta satu buah plastik bekas bungkus cat warna biru.
Tersangka akan dikenakan Pasal 351 KUHP Ayat (2) Jika perbuatan itu menjadikan luka berat maka akan dihukum penjara selama-lamanya lima tahun dan Ayat (3) jika mengakibatkan kematian maka diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Kejadian ini sungguh tidak patut, karena kegiatan bermotor dalam bentuk touring atau konvoi mendatangkan bencana kepada pihak lain. Simpati kami sampaikan kepada keluarga korban, Dio, semoga diberikan ketabahan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Taksi Listrik Green SM Resmi Beroperasi di Stasius KCIC Halim
-
Terpopuler: Koleksi Kendaraan Raja Juli Disorot, Mobil Bobby Nasution Terbakar?
-
5 Moge dengan Perawatan dan Pajak Murah, Cocok Buat Tampil Gagah
-
Penampakan Nissan Gravite Diuji Coba Beredar: Pesaing Avanza, Harga Diprediksi 100 Jutaan
-
Sudah Jarang Digunakan, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang
-
5 Mobil Matic Bekas Selevel Brio Satya, Tangguh Taklukkan Tanjakan dan Jarak Jauh
-
Harga Naik Tipis, Ini Daftar Terbaru Yamaha Gear Ultima Januari 2026
-
6 Mobil Bekas 8 Seater untuk Mudik 2026, Kabin dan Bagasi Lega
-
Seirit Brio tapi Muat 7 Orang, Ini 5 Rekomendasi Mobil Matic Keluarga yang Layak Dipilih
-
Alternatif Toyota Yaris, Suzuki Baleno Bekas Menang Telak di Kenyamanan, Harga Cocok untuk Karyawan