Suara.com - Perdebatan soal kendaraan niaga kembali mencuat setelah PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil niaga dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih. Nilai kontraknya pun tidak main-main, mencapai Rp24,66 triliun.
Pengadaan ini melibatkan dua raksasa otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya, 35.000 unit Mahindra Scorpio Pick Up, 35.000 unit Tata Yodha Pick Up, serta 35.000 unit Tata Ultra T.7 Light Truck.
Di sisi lain publik tentu tak lupa pada pick up lokal Esemka, khususnya model Bima 1.2L dan 1.3L yang sempat menjadi simbol kebangkitan industri otomotif nasional.
Merek mobil buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi ini memang menjadi kebanggaan Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai presiden.
Lantas jika dibandingkan, sebenarnya beda kelasnya sejauh apa antara pick up impor dari India dengan pick up Esemka? Simak penjelasan berikut ini.
Pickup Impor: Dirancang untuk Medan Berat
Unit yang didatangkan Agrinas bukan varian paling dasar. Sebagian besar merupakan model 4x4 dengan sistem penggerak empat roda (4WD), lengkap dengan transfer case high dan low untuk kebutuhan medan berat.
Mahindra Scorpio Pick Up
Mahindra Scorpio dikenal sebagai kendaraan kerja dengan sasis ladder frame (body-on-frame) yang kuat. Mesin diesel 2.2 liter mHawk berkapasitas 2.184 cc mampu menghasilkan tenaga antara 130–177 hp, dengan torsi besar di kisaran 300–400 Nm.
Transmisi manual 6-percepatan membuatnya relatif sederhana dalam perawatan. Varian 4x4 menjadikannya cocok untuk perkebunan, tambang, hingga wilayah pedesaan dengan infrastruktur terbatas. Secara kelas, Scorpio bisa disejajarkan dengan Toyota Hilux atau Isuzu D-Max. Di pasar India, harganya berada di kisaran Rp250–300 jutaan.
Baca Juga: Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting
Tata Yodha Pick Up
Tata Yodha hadir sebagai kendaraan niaga ringan dengan fokus pada daya angkut besar. Mesin diesel 2.2 liter Direct Injection menghasilkan sekitar 100 hp dan torsi 250 Nm, disalurkan lewat transmisi manual 5-percepatan.
Kapasitas muatannya cukup impresif untuk kelas pick up, mulai dari 1,2 ton hingga 2 ton tergantung varian. Opsi 4x2 dan 4x4 tersedia, begitu pula pilihan single cabin dan crew cabin. Di India, varian dasar Yodha dibanderol sekitar Rp150 jutaan, menjadikannya kompetitif di kelas kendaraan kerja.
Tata Ultra T.7
Berbeda dari dua model sebelumnya, Ultra T.7 masuk kategori light commercial vehicle (LCV). Mengusung mesin diesel 2.956 cc turbo intercooler, tenaganya mencapai 123 hp dalam mode berat dengan torsi puncak 360 Nm.
Gross Vehicle Weight (GVW) mencapai 7,49 ton, menjadikannya cocok untuk distribusi logistik skala besar, hasil pertanian, hingga suplai koperasi desa. Tangki 90 liter membuatnya ideal untuk rute jarak menengah hingga jauh, terutama di wilayah dengan akses SPBU terbatas.
Berita Terkait
-
Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting
-
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
-
DPRD DIY Protes Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Infrastruktur Desa Terancam
-
Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?