Suara.com - Sebagai perusahaan yang baru membuka pabrik di luar "rumah sendiri", Tesla mengantongi strategi ambisius. Padahal, hanya beberapa minggu setelah produsen mobil bertenaga listrik murni (Electric Vehicle atau EV) ini mulai mengirimkan sedan Tesla Model 3 pertama buatan Shanghai, China, wabah Wuhan Coronavirus (2019-nCov) meledak.
Dikutip dari CNN Musiness, akibat Wuhan Coronavirus, pabrik Tesla di Shanghai yang dikenal sebagai Tesla Gigafactory itu pun mengikuti peraturan pemerintah China untuk ditutup sementara. Dan baru akan beraktivitas kembali usai Hari Raya Cap Go Meh atau Lantern Festival (8/2/2020), sekitar dua minggu setelah Hari Raya Imlek (25/1/2020).
Mengikuti kesiapan beberapa produsen otomotif global yang memiliki pabrik di Negeri Tirai Bambu, seperti disebutkan Autonews, Tesla Gigafactory bisa jadi mulai beroperasi setelah 9 Februari 2020, mengingat Lantern Festival jatuh di akhir pekan. Dan kebijakan waktu buka kembali pabrik-pabrik otomotif di China tadi cukup variatif, di rentang 10 - 15 Februari 2020.
Saat hadir dalam seremoni yang menandai pengiriman perdana produk buatan Shanghai, China, pimpinan Tesla, Elon Musk mengumumkan bahwa Gigafactory akan menghasilkan Model Y, kategori Sport Utility Vehicle bertenaga listrik murni (Electric Vehicle atau EV) dengan harga lebih murah.
Dan penting dicatat, Elon Musk juga berencana untuk membuka pusat desain di China dengan tujuan menciptakan "mobil orisinal" untuk pangsa penjualan global.
"Kami tidak yakin Coronavirus bakal berdampak panjang bagi Elon Musk dan Tesla untuk di wilayah utama China," demikian papar analis bisnis Dan Ives dari perusahaan Wedbush. Adapun keterlambatan pengiriman sedan Tesla Model 3 buatan China hanyalah bagian dari "risiko jangka pendek yang bisa ditahan".
Sementara itu, Elon Musk menunjukkan bahwa kehadiran pabrik Tesla Gigafactory sangatlah menguntungkan. Utamanya dalam memangkas harga produk. Seperti contohnya harga Tesla Model 3 di awal Januari 2020. Bila awalnya senilai 355.800 yuan atau sekitar 43.110 dolar Amerika Serikat (AS), kini harganya menjadi 323.800 yuan atau senilai 46.680 dolar AS. Ditambah subsidi pemerintah, harganya menjadi 299.050 yuan atau 43.110 dolar AS.
"Kami berusaha membuat mobil semurah mungkin, secepat mungkin, namun setidaknya sedikit menguntungkan, sekaligus mampu menumbuhkan perusahaan secara gila-gilaan," tandas Elon Musk, pada Rabu pekan lalu (29/1/2020).
Lantas soal penundaan pengiriman sedan Tesla Model 3 dan kebijakan penutupan pabrik di China untuk sementara, Zachary Kirkhorn, kepala keuangan Tesla menyebutkan Wuhan Coronavirus tidak mengganggu aliran keuntungan pabrik mereka.
Baca Juga: Wabah Coronavirus, Perusahaan Otomotif Satu Ini Paling Terdampak
"Penundaan memang terjadi antara satu hingga satu setengah pekan di lini produksi Tesla Model 3 yang dibuat di Shanghai. Namun ini adalah kebijakan wajib dari pemerintah, yang mesti diikuti," tukas Zachary Kirkhorn.
"Bicara soal kerugian, situasi ini tidak memukul Tesla secara telak, mengingat produk buatan China dari masih tahap awal. yang kami butuhkan adalah pengawasan akan tejadinya rantai pasokan untuk mobil-mobil buatan Tesla dari pabrik kami di California," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Brio RS CVT Kalah Murah, Mitsubishi Eclipse Cross 2020 vs Toyota C-HR 2020 Mending Mana?
-
Hyundai Masih Bidik Pasar Mobil Listrik Meski Tanpa Insentif dari Pemerintah
-
Kenapa Ban Motor Depan dan Belakang Dibuat Beda? Simak 3 Alasan Penting Ini
-
Harga Mitsubishi Outlander Sport Mepet Suzuki S-Cross, Mending Mana?
-
4 Contoh Mobil 7 Seater Bekas yang Perlu Dihindari Kalau Budget Perawatan Pas-pasan
-
Alphard Versi Murah vs Denza D9, Kamu Tim Mana?
-
Helm Shark Perkenalkan Visor Canggih yang Bisa Berubah Warna dalam Satu Detik
-
Masih Mau Beli Innova? Ini Alternatif Lain yang Patut Dipinang dan Sudah Senyaman Alphard
-
5 Motor Cruiser Mirip Harley-Davidson, Harga Mulai Rp30 Jutaan
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Rp200 Jutaan yang Jarak Tempuhnya Tembus 300 Km