Suara.com - Sekitar sepekan lalu (6/2/2020), DPR RI mengesahkan Undang-undang persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Hal ini adalah kelanjutan dari penandatanganan kesepakatan IA-CEPA kedua negara setahun lalu (4/2/2019), sebagai hasil pembicaraan sekitar sembilan tahun.
Dikutip dari kantor berita Antara, dalam perjanjian tadi, Indonesia memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk buatan Australia, secara bertahap. Dan sebagai gantinya, 100 persen bea impor produk buatan Indonesia yang masuk ke negara itu juga dihapus.
Nah, di antara barang produksi Nasional kita yang berpotensi mengalami peningkatan ekspor karena berlakunya kebijakan ini adalah sektor otomotif. Khususnya Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) kategori tenaga listrik murni atau Electric Vehicle (EV) dan hybrid. Pasalnya, peraturan IA-CEPA memberikan persyaratan kualifikasi konten lokal yang lebih mudah bagi dua jenis mobil ini, yang berasal dari Indonesia, dibandingkan negara lain.
"Untuk produk otomotif, Australia memiliki demand 1,1 juta dan kendaraan komersial, seperti truk dan SUV (Sport Utility Vehicle) sangat diminati. Indonesia mempunyai kapasitas dan tinggal bicara produsen-produsen di Indonesia bisa mempercepat produksi, baik hybrid dan elektronik seperti yang tercantum di IA-CEPA. Juga "combination engine", karena hybrid dan elektrik baru berproduksi pada 2021," jelas Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Canberra, ibu kota Australia, pada Sabtu (8/2/2020).
"Trade balance Indonesia - Australia, dengan IA-CEPA walau biaya masuknya diturunkan rata-rata dari 5 persen menjadi nol persen, akan mendorong industri tekstil dan otomotif," imbuh Airlangga Hartarto, terkait kunjungan Presiden NKRI Joko Widodo ke Australia (9-10/2/2020) dengan salah satu agenda membahas rencana aksi dari IA-CEPA hasil ratifikasi DPR RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kelebihan Mesin Mitsubishi Pajero Sport yang Tetap Kompetitif di Segmen SUV Ladder Frame
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Harga Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M Setara Biaya Mengaspal Jalan Berapa Kilometer?
-
5 Mobil Double Cabin Buat Mudik Siap Angkut Banyak Barang, Mulai 100 Jutaan
-
Penjualan Motor Baru Januari 2026 Tembus 577 Ribu Unit Sinyal Positif Ekonomi Nasional
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya