- Rombak total struktur, Atto 3 terbaru kini gunakan penggerak roda belakang bertenaga 240 kW.
- Dibekali Blade Battery generasi kedua, jarak tempuhnya tembus 630 km sekali pengisian penuh.
- Dilengkapi 30 sensor LiDAR dan parkir otomatis, harganya dibanderol mulai Rp 313 jutaan.
Suara.com - Keputusan BYD meluncurkan generasi ketiga dari crossover listrik andalannya, BYD Atto 3, di pasar China (dijual dengan nama Yuan Plus) sukses memancing perhatian. Pasalnya, pembaruan yang diberikan bukan sekadar facelift kosmetik atau "ganti baju" seperti dilansir dari CarnewsChina.
Pabrikan ini merombak total struktur mekanisnya, menjadikannya "kuda hitam" baru yang jauh lebih buas di kelasnya.
Lompatan terbesar yang disematkan BYD pada Atto 3 generasi terbaru ini adalah transisi arsitektur dari penggerak roda depan (FWD) menjadi penggerak roda belakang (RWD), berkat penggunaan e-Platform 3.0 Evo.
Revolusi Performa: Penggerak Roda Belakang dan Tenaga Instan
Bagi para enthusiast otomotif, penggunaan sistem RWD pada sebuah crossover listrik adalah kabar gembira.
Tata letak motor listrik yang kini dipindah ke poros belakang tidak hanya memberikan traksi yang lebih baik saat berakselerasi, tetapi juga menjanjikan sensasi handling yang lebih tajam dan dinamis.
Dapur pacu Atto 3 terbaru ini mengandalkan motor listrik yang mampu memuntahkan daya maksimal hingga 200 kW atau opsi tertingginya di angka 240 kW. Tenaga sebesar ini dipastikan memberikan lontaran torsi instan yang jauh lebih agresif dibandingkan generasi pendahulunya.
Kaki-Kaki 'Sultan' Anti-Limbung
Lonjakan tenaga tersebut diimbangi dengan racikan sasis yang diklaim jauh lebih dewasa. BYD mengawinkan suspensi independen MacPherson di bagian depan dengan pengaturan suspensi five-link di belakang.
Baca Juga: Pabrik BYD Subang Masuki Tahap Finalisasi Demi Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia
Tidak berhenti di itu, sektor stabilitas kendaraan juga dikawal oleh rentetan teknologi canggih, meliputi:
- DiSus-C: Sistem kontrol bodi dengan peredam cerdas yang secara aktif merespons kontur jalan.
- iTAC 2.0: Sistem kontrol torsi cerdas untuk mencegah slip.
- TBC: Kontrol stabilitas khusus saat terjadi kondisi pecah ban, sebuah fitur keselamatan krusial pada kecepatan tinggi.
Jarak Tempuh Ekstra dan Baterai Generasi Baru
Di balik lantai kabinnya, BYD Atto 3 Gen 3 menggendong Blade Battery generasi kedua dengan dukungan pengisian daya super cepat (flash charging). Konsumen diberikan dua opsi kapasitas baterai:
- 57,5 kWh: Mampu menempuh jarak hingga 540 km.
- 68,5 kWh: Varian Long Range dengan daya jelajah menembus 630 km dalam satu kali pengisian penuh.
Spesifikasi Teknis Utama BYD Atto 3 Gen 3:
- Dimensi Bodi: Panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm.
- Jarak Sumbu Roda (Wheelbase): 2.770 mm, menyajikan ruang kabin yang lapang.
- Arsitektur & Penggerak: Dibangun di atas e-Platform 3.0 Evo dengan sistem Rear Wheel Drive (RWD).
- Performa Motor Listrik: Tersedia pilihan output daya sebesar 200 kW atau 240 kW yang terpasang di roda belakang.
- Kapasitas Kargo: Bagasi depan (frunk) berkapasitas 180 liter dan kompartemen bagasi belakang hingga 750 liter.
Bawa "Mata Dewa" dan Harga Menggiurkan
Sebagai pelengkap, mobil bermuka 'Dragon Face' ini dibekali sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 "God's Eye B". Didukung oleh teknologi LiDAR dan 30 unit sensor di sekujur bodi, mobil ini mampu mengeksekusi navigasi mandiri di jalan raya dan perkotaan, serta melakukan parkir otomatis dengan presisi tinggi.
Dengan segala persenjataan mekanis dan fitur masa depan tersebut, kejutan terbesar justru datang dari banderol harganya. Di pasar China, BYD Atto 3 generasi terbaru ini dilepas dengan harga mulai dari 119.900 yuan hingga 149.900 yuan (setara dengan Rp 313,9 juta sampai Rp 392,4 juta).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Desain Mirip Vario 160 Tapi Lebih Canggih, Skuter Matic Ini Cukup Menggoda dan Layak Dibeli
-
5 Daftar Motor 'Haus Bensin' Ini Sering Bikin Pemiliknya Nyesel Meski Harganya Menggoda
-
Mengenal Teknologi ADAS Chery Q Sebagai Solusi Berkendara Aman di Perkotaan
-
Mitsubishi Pajero Sport Dapat Cashback Rp 10 Juta saat Harga Solar Melambung
-
Honda Super Cub Edisi Hello Kitty, Bedah Perbedaan dari Versi Standar yang Bisa Jadi Inspirasi Modif
-
Wuling Daftarkan Air EV Versi Empat Pintu Ramaikan Segmen Mobil Listrik Murah
-
Suzuki Rilis 'Baby Jimny' dengan Tampilan Lebih Gahar dan Fitur Semakin Lengkap
-
Ternyata Banyak Pengguna New Veloz Hybrid yang Masih Takut Kesetrum
-
Terpopuler: Harga Tunggangan Prabowo di Paris, 5 Motor Jarak Jauh Paling Irit
-
Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil di Luar Jepang, Terdampak ke Asia dan Timur Tengah