Suara.com - Salah satu kelebihan penggunaan ban tubeless pada kendaraan adalah tidak perlu lagi menggunakan ban dalam. Namun tak jarang beberapa pemilik kendaraan tetap menggunakannya dengan alasan agar lebih aman.
Well, apakah penggunaan ban dalam pada ban tubeless adalah sebuah langkah tepat?
Bambang Hermanu Adi, Manager Trainer PT Sumi Rubber Indonesia (Dunlop) mengemukakan bahwa penambahan atau melakukan pemasangan rangkap begini adalah pemikiran yang salah.
"Di posisi ini (menggunakan ban dalam), ban tubeless akan kehilangan fungsinya," ujar Bambang Hermanu Adi, di Cikarang, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan olehnya, ketika ban tubeless tertusuk paku, angin yang keluar sedikit. Kondisi ini berbeda jika menggunakan ban dalam, angin dari ban dalam akan keluar melewati lubang pentil di velg.
Dalam kondisi adanya lubang pentil, angin di dalam ban dalam akan cepat hilang. Di saat yang bersamaan, mobil tidak bisa berhenti dengan cepat karena daya cengkeram pada permukaan jalan menjadi berkurang.
"Jalan beberapa ratus meter, bisa rusak semua terlindas velg. Ban dalam rusak dan ban luarnya juga rusak. Jadi tidak aman," tegasnya.
Bambang Hermanu Adi juga menyinggung kecenderungan masyarakat Indonesia yang malas memperhatikan ban. Salah satunya penggunaan ban serep ketika ban utama bocor.
Di sini, kata Bambang Hermanu Adi, seharusnya ban serep hanya dipakai ke bengkel terdekat untuk memperbaiki ban utama. Jangan justru dipakai sampai ke rumah.
Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Knalpot Bakar, Terpaksa Terabas Banjir
"Bahayanya ketika ban serep tertusuk paku lagi, Anda sudah tidak punya ban cadangan," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah