Suara.com - Tampil pakai mobil keren, apalagi hypercars atau supercars menjadi impian banyak lelaki. Bisa tekan gas dalam-dalam, sembari unjuk performa kecanggihan tunggangan tak ubahnya ajang adu nyali.
Namun apa benar perilaku badung atau nakal atau bengal seperti doyan ngebut ini muncul gara-gara pakai kendaraan yahud?
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa manusia yang memiliki mobil mewah cenderung mempunyai sifat-sifat dan kepribadian buruk. Utamanya para lelaki. Sifat nakal atau badung mereka muncul dari sini. Demikian dituliskan di laman nypost.com, berdasarkan studi yang dipublikasikan International Journal of Psychology.
"Saya meneliti bahwa pelanggar lampu merah, dan pengemudi yang tidak mau memberikan kesempatan kepada pejalan kaki, memegang setir atau kemudi dengan ceroboh, serta terlalu ngebut adalah mereka yang memiliki supercars. Termasuk buatan Jerman," papar Professor Jan-Erik Lönnqvist dari Universitas Helsinki, Bidang Ilmu Sosial ,Swedia, seperti dikutip dari nypost.com.
Ia pun meneliti apakah ada tipe orang tertentu yang berkeinginan membeli mobil dengan tipe khusus, seperti kaliber supercar mahal. Dengan kondisi terlepas dari status keuangan mereka. Diharapkan dari hasil penelitian ini bisa ditarik kesimpulan model orang seperti apakah yang memiliki kecenderungan untuk mengemudi tanpa melibatkan etika.
Sang professor dan tim penelitinya melakukan survei pada sekitar 1.892 pemilik mobil. Kategori mobil dipilah-pilah, lantas perilaku mereka dalam memenuhi kebutuhan atau konsumsi, serta kepribadian orang per orang juga diamati.
Hasilnya menunjukkan bahwa lelaki yang kurang memiliki empati, suka berdebat, keras kepala, ternyata kemungkinan mempunyai mobil mahal.
Professor Jan-Erik Lönnqvist mengatakan sifat-sifat yang sama itu mampu menjelaskan mengapa sifat-sifat dari golongan orang yang samaini juga berpotensi melanggar lampu merah dan melaju sangat kencang.
"Ini adalah orang-orang yang sering melihat diri mereka sebagai sosok superior dan tertarik untuk menampilkan diri kepada orang lain," demikian kesimpulan Professor Jan-Erik Lönnqvist.
Baca Juga: Coronavirus Ada di Indonesia, Gelaran Otomotif GIICOMVEC Jalan Terus?
Nah, benarkah seperti demikian adanya? Mari kita lihat cara membawa kendaraan masing-masing.
Mobimoto.com/Hikmawan Muhamad Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Apakah Garansi Mobil Bekas Hangus Jika Unit Dijual Alias Pindah Tangan?
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Bosan Suspensi Keras? Coba LMPV Elegan Bekas Ini, Garansi Nyaman Keluarga Tenang
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Reinkarnasi Freelander Melalui Tangan Dingin Chery Siap Goyang Dominasi SUV Premium Global