Suara.com - Mengingat situasi dan kondisi saat ini, yaitu imbauan physical distancing dan tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19, sepeda motor pun jadi tidak terpakai dalam jangka waktu lama.
Nah, sebagai pemilik, kita pasti bisa memperhatikan kondisinya agar performa sepeda motor tetap terjaga. Dikondisikan agar terawat apik.
Menurut Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), performa terbaik sepeda motor tak hanya didapat dengan perawatan rutin di bengkel resmi sesuai jadwal yang ditentukan, namun bisa dilakoni sendiri.
"Termasuk saat lama tak terpakai di rumah, beberapa hal perlu diperhatikan pemilik. Karena kadang terdapat komponen atau bagian sepeda motor yang butuh diperhatikan saat diam dalam jangka waktu cukup lama, yang dikhawatirkan mempengaruhi kinerja," ucap Endro Sutarno.
Selain itu, jika memang sudah ada rencana tidak akan digunakan dalam jangka waktu cukup lama, alangkah baiknya sepeda motor dicuci terlebih dahulu.
"Karena ada beberapa pengendara motor yang harus melewati daerah becek, berbau, kotor, dan berlumpur. Salah satu dari hal ini yang mengakibatkan percepatan timbulnya karat dan risiko lain, disinggahi binatang misalnya, atau berpotensi merusak komponen," tukasnya.
Selanjutnya beri pelumas bagian bagian yang cenderung menimbulkan karat. Misalnya rantai roda, atau bagian-bagian yang kerap bergesekan lainnya.
Untuk sepeda motor tipe matik, sebaiknya diparkir menggunakan standar tengah supaya mudah untuk melakukan pemanasan mesin.
Lakukan pemanasan mesin secukupnya, kira-kira sampai suhu kerja mesin antara 80-100 derajat Celsius, dilakukan setiap hari akan lebih baik. Untuk mencapai suhu ini, panaskan kira-kira 3-4 menit. Perlu dicatat, jangan sampai aktivitas ini mengganggu tetangga lainnya, mengingat kondisi kini bertagar #DiRumahAja.
"Tujuan pemanasan mesin supaya sirkulasi oli mesin tetap lancar dan untuk pengisian baterai. Disarankan tidak dilakukan di ruang tertutup," terang Endro Sutarno.
Baca Juga: Marak Corona, Kapolri: Waspada Modus Baru Perampok Semprot Disinfektan
Terakhir, khusus tipe motor matik perhatikan bagian-bagian dalam cover plastik motor, terutama bagian bawah. Dikhawatirkan jika sepeda motor lama tidak digunakan, ruang ini bisa menjadi tempat singgah binatang.
"Lakukan pengecekan ini saat memanasi mesin," tutup Endro Sutarno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Skutik Biasa, Yamaha Mio M3 Bawa Desain Carbon dan Warna Ngejreng, Segini Harganya
-
Bikin Tetangga Iri Pas Lebaran, Ini 3 Pilihan Motor Sport Seken yang Ramah Buat Pemula
-
Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun