Suara.com - President Director Mobil88, Halomoan Fischer mengakui pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia turut mempengaruhi harga mobil bekas.
Menurutnya, saat ini yang terjadi di pasar mobil bekas adalah supply di atas demand. Sehingga hal ini turut mempengaruhi harga dari mobil bekas itu sendiri.
"Kalau supply sudah di atas demand itu harga pasti turun. Jadi kalau ditanya harga hari ini pasti turun (harga mobil bekas)," ujar Fischer saat bincang virtual bersama awak media, baru-baru ini.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, supply dan demand itu ditentukan oleh pasar. Saat ini demand permintaannya turun. Seperti diketahui tengah ada Pembatasan Berskala Besar atau PSBB. Sehingga saat ini konsumen ingin ke showroom juga susah dan berkaitan dengan hal ini, kebutuhan orang akan mobil juga ikut turun.
"Analisa sederhana kami, pada saat ekonomi turun begini orang pemasukannya turun, mereka pasti butuh cash. Karena banyak di rumah juga, pengeluaran malah jadi lebih tinggi," ungkapnya.
Sebelumnya, Halomoan Fischer menyampaikan, pandemi Covid-19 turut berdampak terhadap penjualan mobil bekas.
Walaupun sempat mengalami kenaikan pada Januari-Februari. Namun penjualan kembali merosot seiring imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja.
"Tahun ini dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya. Tapi masuk bulan Maret turun. Dibandingkan Februari turun 30 persen, masuk ke April turunnya lebih dalam lagi. Hitungan sementara kira-kira turun 70 persen," tutup Halomoan Fischer.
Baca Juga: Sopir Pickup Tampar Petugas SPBU, Publik Geram: Tangkap Penjarakan!
Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah. Bersama-sama, kita bisa mengatasi pandemi Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia