Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 rupanya tidak hanya mengguncang penjualan mobil baru di Indonesia. Penjualan mobil bekas atau mobkas pun ikut merosot.
President Director Mobil88, Halomoan Fischer mengatakan bahwa penjualan mobil bekas atau mobkas sebenarnya sempat mengalami kenaikan pada awal tahun, tepatnya Januari-Februari. Namun kembali merosot seiring imbauan pemerintah untuk #diRumahAja.
"Dibanding tahun lalu, tahun ini ada kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi masuk Maret turun. Dibandingkan Februari turun 30 persen, masuk ke April turunnya lebih dalam lagi. Hitungan sementara, kira-kira turun 70 persen," ujar Halomoan Fischer, saat bincang virtual bersama awak media, baru-baru ini.
Kalau ditanya penyebabnya, kata Halomoan Fischer, penyebabnya sama seperti mobil baru. Di Jakarta, Maret sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, shingga masuk akhir Maret penjualan mobkas sudah susah.
"Cabang kami di Jakarta sudah tidak buka dan melayani tamu, sehingga penjualan langsung turun drastis. Operasional saat ini hanya sisa 30 persen, hampir semua dari digital," ungkap Halomoan Fischer.
Untuk penjualan mobil baru, berdasarkan catatan terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) di Indonesia, sepanjang Maret 2020 angka penjualan kendaraan mengalami penurunan. Penjualan retail pada bulan ke tiga di 2020 turun hingga 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Februari 2020).
Angka ini cukup berpengaruh bagi perkembangan industri Nasional, efek pandemi Covid-19 memporakporandakan target yang sudah tersusun rapi. Melihat rincian angka penjualan mobil selama Maret 2020 hanya mampu mencatat penjualan 60.447 unit.
Padahal, pada Februari 2020 mampu mencatatkan angka penjualan sebanyak 77.847 unit, ini artinya ada penurunan sebanyak 17 ribu unit dalam kurun waktu satu bulan.
Baca Juga: Astronom Temukan Eksoplanet Raksasa dengan Tiga Kali Massa Jupiter
Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah. Bersama-sama, kita bisa mengatasi pandemi Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati Maret 2026 di Tengah Penurunan Penjualan Mobil Baru
-
Siap Ganti Mobil? Simak Pricelist Terbaru Toyota April 2026 dari MPV, SUV, hingga EV
-
Alternatif Nmax dan PCX, Intip Daftar Harga Motor Listrik Alva, Mulai Berapa?
-
Mobil Listrik Jaecoo Buatan Negara Mana? Cek 4 Tipe Terlaris, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Pasar Otomotif Nasional Lesu Angka Penjualan Mobil Maret 2026 Kembali Terjun Bebas
-
Daripada Beli Emmo untuk MBG, Spesifikasi Royal Enfield Listrik Ini Jauh Lebih Menggoda
-
Suara Audio Mobil Kurang Nendang? Ini 5 Pilihan Speaker Terbaik yang Bikin Kabin Berasa Konser!
-
Ingin Punya Honda Brio atau HR-V? Cek Update Harga Terbarunya Bulan April 2026
-
Berapa Biaya Bulanan Motor Adora? Simulasi Lengkap Isi Daya Listrik dan Cicilan
-
Negara Ini Beri Subsidi Jutaan Rupiah Untuk Motor Listrik Saat Indonesia Justru Hentikan Insentif