Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan protokol kesehatan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB masa transisi. Beberapa sektor mulai dipersiapkan agar bisa kembali berjalan sembari berdamai dengan 2019 Novel Coronavirus atau Covid-19.
Bila tadinya belaku aturan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) kini mulai akan diberlakukan kembali di kantor. Dilengkapi dengan serangkaian protokol kesehatan Covid-19. Selain gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHSB), disebutkan pula soal starter pack atau tas siaga Covid-19. Berita lengkapnya bisa disimak di sini.
Nah, di antara isi tas siaga ini, ada dua benda yang berkaitan erat dengan sektor otomotif. Khususnya roda dua. Yaitu masker dan helm.
Sebagaimana diketahui, peran helm adalah vital sebagai pelindung kepala. Dan di masa pandemi Covid-19, perannya juga sangat mendukung, seperti mencegah terjadinya paparan virus saat tengah berkendara di jalan raya.
Berikut ini adalah lima (5) tautan seputar helm yang pernah ditayangkan di kanal otomotif Suara.com. Mulai peruntukan helm agar tidak salah pilih, perbedaan fisik helm, sampai cara merawat si pelindung kepala ini agar bebas virus dan bau-bauan kurang sedap. Selamat membaca, semoga menjadi wacana tas siaga Covid-19.
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
1. 10 Cara Rawat Helm Sepeda Motor, Nomor 9 Bikin Terhindar dari Penyakit
Baca Juga: Pengamat Otomotif: Pabrik Ditutup, Citra Merek Terimbas Dampaknya
Setiap pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm sebagai salah satu perlengkapan wajib mengaspal. Dengan penggunaan yang tepat, pengguna akan terlindung dari risiko benturan. Di sisi lain, agar nyaman dan kerasan dengan helm di kepala, peranti keselamatan ini perlu dirawat.
Sembari mempergunakan waktu #DiRumahAja, mari bersihkan helm agar bisa terus berfungsi optimal. Jangan lupa, perawatan juga mesti dilakukan secara rutin.
2. Cara Mudah Bersihkan Helm dari Debu, Bakteri, dan Virus
Penggunaan helm secara bergonta-ganti bisa membuat pelindung kepala saat berkendara tidak aman dari kuman dan biang penyakit seperti virus corona baru yang sedang melanda dunia. Untuk itu, pemilik diharapkan memperhatikan kebersihan helm.
Bagi yang masih bingung, membersihkan helm sebenarnya agar tetap bersih sebenarnya cukup sederhana. Seperti disampaikan RSV Helmets, untuk membersihkan helm cukup dilakukan dengan cara melepas bagian visor (kaca helm) dan padding (lapisan busa bagian dalam) dari shell helm.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Pilih Mobil Hybrid atau Plugin Hybrid? Cek Perbandingannya di Sini
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Geely EX2 Catatkan Ribuan Pemesanan di IIMS 2026
-
Ganti Oli Motor Matic Berapa Bulan Sekali? Ini 5 Rekomendasi Pelumas Ciamik
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
GAC Indonesia Kantongi Ribuan SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona