Suara.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku belum mengambil keputusan terkait keikutsertaannya dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih mempelajari, khususnya terkait masalah protokoler kesehatan di tengah wabah Covid-19.
"Kita sedang mempelajari protokoler yang diberikan oleh penyelenggara. Setelah itu baru kita putuskan keikutsertaan kita seperti apa nanti," ujar Yusak Billy baru-baru ini.
"Jadi kami pasti akan menjadikan semua hal tersebut sebagai pertimbangan untuk mengikuti pameran otomotif," tegas Billy.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berencana untuk tetap menggelar pameran otomotif GIIAS 2020 The Series, yang rencananya tahun ini berlangsung di Surabaya, Jakarta, Makassar, dan Medan.
Gaikindo berasumsi bahwa pada Juni 2020, kondisi pandemi akan mulai membaik dan kemudian pada Juli 2020 kondisi negara secara keseluruhan akan mulai berangsur-angsur normal, termasuk kondisi ekonomi Indonesia.
Sayangnya asumsi itu sepertinya tidak tepat. Hingga awal Juli, jumlah kasus Covid-19 per hari di Indonesia masih stabil di atas angka 1000.
Gaikindo sendiri sudah mengubah keputusannya dengan hanya akan fokus ke GIIAS di Surabaya dan Jakarta. Sedangkan penyelenggaraan penyelenggaraan GIIAS di kota Makassar dan Medan akan dilaksanakan pada 2021.
Berita Terkait
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
Honda Brio Satya S Baru Dibekali CVT, Lebih Murah dari BYD Atto 1
-
Penjualan Mobil Honda Anjlok Paling Parah di April 2025, Sudah Kalah dari BYD
-
Honda Dikabarkan Tutup Plant 1 Pabrik Karawang Imbas Tak Lagi Produksi CR-V di Indonesia
-
HPM Buka Suara soal Merger Honda dan Nissan di Jepang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?
-
Anggota DPR Dapat 2 Pelat Nomor Khusus: Demi Permudah Dalam Jalani Tugas
-
Changan Indonesia Siap Rilis Tiga Mobil Baru Sepanjang 2026, Deepal S05 REEV Jadi Model Perdana
-
5 City Car Bekas di Bawah Rp100 Juta Paling Layak Beli di 2026, Irit dan Anti Rewel
-
VKTR Milik Siapa? Perusahaan di Magelang yang Siap Bantu Ambisi Prabowo Produksi Sedan Listrik
-
Tren Baru Belanja Aksesoris Kendaraan Mengusung Konsep Experience di Pusat Perbelanjaan
-
Rahasia Kode Lampu Sein Bus AKAP di Malam Hari, Sinyal Krusial Bagi Kendaraan Kecil