- PT HPM meluncurkan Brio Satya S dengan transmisi CVT di awal 2026 sebagai strategi menghadang gempuran mobil Tiongkok.
- Brio Satya S CVT dibanderol Rp183.500.000, lebih terjangkau dari BYD Atto 1 dan jadi opsi mobil murah di pasar Indonesia.
- Peluncuran ini merupakan upaya Honda mengejar ketertinggalan setelah penjualan mereka di Indonesia turun drastis selama 2024–2025.
Suara.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) membuat gebrakan di awal 2026 dengan memberikan teknologi transmisi CVT pada mobil murah andalannya Brio Satya S. Dengan pembaruan itu dan harga yang lebih bersahabat, terobosan ini dinilai menjadi senjata untuk menghadang gempuran mobil China di pasar Tanah Air.
Dalam siaran persnya pekan ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, mengumumkan bahwa LCGC Honda Brio Satya S kini dibekali dengan teknologi CVT.
Harga Honda Brio Satya S CVT itu dibanderol di angka Rp 183.500.000 on the road Jakarta - jauh lebih murah dari mobil listrik laris BYD Atto 1 yang dijual seharga Rp 198 juta di Indonesia.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy bahwa hadirnya varian Brio Satya S CVT merupakan langkah untuk memberikan pilihan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.
“Melalui varian ini, kami menghadirkan kemudahan berkendara dengan transmisi otomatis yang tetap efisien, terjangkau, dan fun to drive, tanpa mengorbankan value yang menjadi kekuatan utama Honda Brio,” kata Yusak di Jakarta.
LCGC Honda ini hadir dengan teknologi CVT Honda yang juga digunakan pada berbagai model Honda di segmen yang lebih tinggi. Sistem CVT Honda dirancang untuk mendukung efisiensi bahan bakar dan keandalan penggunaan jangka panjang, sesuai dengan karakter konsumen LCGC yang mengutamakan kemudahan, durabilitas, dan biaya kepemilikan yang efisien.
Honda Brio Satya S CVT ditenagai mesin 1.200 cc 4-silinder yang menghasilkan tenaga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm.
Kombinasi mesin dan transmisi CVT ini menghadirkan keseimbangan antara performa yang responsif, pengendalian yang mudah, serta kenyamanan berkendara untuk aktivitas sehari-hari.
Tertinggal di 2025
Baca Juga: Senyaman Brio Seharga Motor 250cc? Cek Harga Mitsubishi Mirage 2014 Bekas
Peluncuran Brio Satya S CVT ini bisa dilihat sebagai upaya Honda mengejar ketertinggalan di pasar Indonesia dalam dua tahun terakhir.
Honda menjadi sorotan karena mengalami penurunan penjualan terbesar dibanding merek-merek mobil lain. Faktanya penjualan Honda mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir.
Sepanjang tahun lalu Honda hanya menjual 56.500 unit, dengan pangsa pasar hanya 7 persen. Padahal pada 2023 lalu, market share Honda di Indonesia mencapai hampir dua kali lipatnya, yakni 13,8 persen dengan penjualan lebih dari 130.000 unit.
Popularitas Honda juga terus turun selama 2024 -2025, diwarnai dengan penutupan beberapa dealer di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung dan Surabaya.
PT HPM juga jarang meluncurkan model-model baru untuk memikat konsumen Indonesia - mengikuti strategi Honda Motor Co di Jepang yang mengakui tidak memiliki rencana untuk meluncurkan model baru di Asia Tenggara di tahun fiskal 2025 dan 2026.
Penurunan penjualan Honda sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi mencakup Asia Tenggara. Pada 2025 lalu, penjualan mobil Honda di Malaysia dan Thailand - dua pasar utama ASEAN selain Indonesia - juga turun drastis.
Berita Terkait
-
Mimpi Punya Mobil Listrik Kini Nyata, Intip Cicilan BYD Atto 1 Mulai Rp3 Jutaan Saja
-
Wuling Luncurkan Mobil Seharga 2 Yamaha XMAX, BYD Atto 1 Kalah Murah
-
Akan Luncurkan Lagi Mobil Semurah Atto 1 di Indonesia? Ini Kata Petinggi BYD di China
-
3 Pilihan Mobil Bekas LCGC Rp60 Jutaan: Irit, Tahun Muda, dan Ramah Keluarga
-
Pilih Daihatsu Sigra atau Toyota Calya untuk Mobil Keluarga? Spek 7 Penumpang, Harga Beda Rp30 Juta
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan