Suara.com - Pemkot Bogor, Jawa Barat, mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mengoperasionalkan bus bersubsidi secara permanen dari Kota Bogor ke DKI Jakarta, guna mengurai kepadatan penumpang commuterline atau kereta rel listrik (KRL).
"Pada jam berangkat kerja setiap pagi, pukul 05:00 WIB sampai pukul 07:00 WIB, selalu terjadi kepadatan calon penumpang KRL di Stasiun Bogor, terutama hari Senin," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo seperti dilansir dari Antara.
Kepadatan calon penumpang KRL terjadi karena perkantoran di Jakarta sudah beroperasi kembali setelah Pemerintah DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, pada pekan ketiga Juni 2020.
Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mengoperasikan KRL, masih memberlakukan pembatasan jumlah penumpang yakni maksimal 72 orang per gerbong, karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan guna melakukan pencegahan potensi penularan COVID-19 di dalam KRL.
Menurut Eko Prabowo, untuk mengatasi penumpukan calon penumpang di Stasiun Bogor, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan layanan bus gratis setiap Senin pagi, mulai Senin (22/6).
Semula Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan layanan bus gratis sebanyak 40 bus. Namun, pada Senin (13/7) lalu, Pemerintah DKI Jakarta menambah jumlah bantuan layanan bus gratis bantuan menjadi 75 bus, serta Kementerian Perhubungan juga memberikan bantuan layanan bus gratis 75 bus, sehingga seluruhnya menjadi 150 bus.
"Bus bantuan gratis ini tidak bisa terus menerus diberikan, sementara pandemi COVID-19 belum tahu sampai kapan berakhirnya," katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan bus bersubsidi dari Kota Bogor ke sejumlah stasiun di Jakarta, seperti Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Juanda, dan Manggarai.
"Kami mengusulkan agar tarif bus bersubsidi tidak berbeda jauh dengan tarif KRL yang juga mendapat subsidi PSO (public service obligation) dari pemerintah pusat," pungkasnya.
Baca Juga: Pandemi COVID-19 Dinilai Percepat Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Daftar Bengkel Siaga 24 Jam di Jalur Pantura dan Tol Trans Jawa 2026
-
Terpopuler: 5 Mobil Murah 3 Baris yang Irit dan Jago Nanjak, Update Harga BBM Jelang Lebaran
-
Federal Oil Berangkatkan Ratusan Mekanik Mudik Gratis Serta Siapkan Posko Mudik di Jalur Pantura
-
Jangan Pinjami Kartu Tol ke Pemobil Lain saat Perjalanan Mudik Lebaran, Dampaknya Bikin THR Jebol
-
5 Mobil Bekas Bagasi Super Lega: Koper Sekampung Masuk, Mudik Lebaran Bebas Drama Sempit-sempitan
-
Penyebab Mesin Mobil Overheat di Tol, Lengkap Cara Mengatasinya
-
Pemudik Kendaraan Listrik Diprediksi Melonjak 60 Persen, PLN Siapkan Ribuan SPKLU
-
Punya Harta Rp7,3 Miliar, Isi Garasi Gus Alex Eks Staf Menag Yaqut Ternyata Sederhana Sekali
-
Pantau Rute Arus Mudik Lewat CCTV Online Hindari Terjebak Macet di Tol Trans Jawa
-
5 Mobil Hybrid Murah Anti Repot Ngecas: Irit Bensin Maksimal, Harga Ramah Kantong buat Mudik Lebaran