Suara.com - Rutinitas memanaskan sepeda motor adalah kegiatan yang dilakukan banyak orang. Rasanya seluruh pemilik kendaraan roda dua melakukan kegiatan ini di pagi hari. Namun hati-hati, bisa terjadi kesalahan fatal.
Prinsipnya, dengan memanaskan kendaraan, pelumas atau oli akan kembali melumasi mesin setelah semalaman tidak dipakai. Sayangnya, seperti disebutkan tadi, masih banyak kesalahan terjadi.
Mengutip Wahana Honda, berikut adalah empat kesalahan yang sering dilakukan pemilik sepeda motor saat memanaskan motor di pagi hari.
Mari simak bersama, empat kesalahan saat memanaskan motor pagi hari:
Gas di RPM tinggi
- Menggeber gas saat memanaskan mesin motor memang sangat dianjurkan. Karena dengan membuka tuas gas pada pagi hari, proses pelumasan oli pada mesin akan berlangsung lebih cepat.
- Namun idealnya cukup sampai di angka 3.000 rpm saja saat membuka gas. Intensitasnya pun tidak perlu terlalu tinggi, cukup beberapa kali saja dalam durasi yang lumayan.
- Dengan cara ini, mesin motor akan terlumasi secara menyeluruh dalam waktu kurang dari dua menit.
Terlalu lama
- Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, dua menit yang berkualitas saja sudah cukup untuk memanaskan motor.
- Walaupun hanya dalam kondisi stasioner, motor bisa saja mengalami overheat jika dipanaskan dalam waktu yang terlalu lama. Terlebih jenis motor yang masih menggunakan sistem sirip sebagai pendingin.
Tidak menggunakan choke
- Untuk sepeda motor yang masih menggunakan karburator, penggunaan choke saat menyalakan sepeda motor sangatlah penting. Karena biasanya di pagi hari, sepeda motor seringkali mati ketika dipanasi di pagi hari.
- Ketika karburator disetel di suhu yang lebih panas daripada pagi hari, tentunya dibutuhkan aliran bahan bakar lebih untuk sepeda motor agar bisa menyala di pagi hari. Sehingga choke biasanya digunakan saat pertama kali menyalakan sepeda motor di pagi hari.
- Beda lagi dengan mesin yang memiliki teknologi injection. Motor dengan injeksi dapat secara otomatis mengetahui suhu sekitar, dan beradaptasi.
Dilakukan di dalam ruangan
- Satu kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh banyak pengendara dan sangat membahayakan kesehatan keluarga. Starter dan buka gas motor ini dilakukan di dalam rumah.
- Pasalnya saat dipanaskan, motor akan mengeluarkan karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) ke udara segar di rumah. Hal ini berbahaya bagi kesehatan jika terhirup terlalu banyak. Bisa-bisa keracunan dengan gejala mengantuk, lemas, mual, muntah, dan selanjutnya.
- Demikian pula bila dilakukan di luar rumah. Perhatikan sekeliling, jangan sampai "menyembur" tetangga dengan gas dari knalpot. Selain bahaya keracunan, sudah sepantasnya bertenggang rasa.
Baca Juga: Cegah Tertular COVID-19, Lebih Aman Naik Mobil atau Sepeda Motor?
Berita Terkait
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif
-
Motor Legendaris Suzuki Ini Kembali Jadi Primadona di Tahun 2025
-
Urutan Skincare Wardah Anti Aging yang Benar, Bantu Cegah Tanda Penuaan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Pajak Opsen Jadi Tantangan Industri Sepeda Motor Indonesia Tahun 2026
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi