Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai, pengurangan pajak mobil baru perlu kepastian secepatnya. Tujuannya, agar tak membingungkan publik.
Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, dengan keputusan yang terlalu berlarut ada kecenderungan calon konsumen menahan diri untuk membeli mobil.
“Supaya masyarakat tak wait and see, menunggu kapan akan membeli mobil. Menunggu turunnya pajak,” kata Kukuh dikutip dari laman Gaikindo, Sabtu (10/10/2020).
Sikap Kemenkeu dan Kemendagri yang dianggap menggantung keputusan, maka pihak Gaikindo menilai, ada efek negatif pada industri otomotif yang sejak Juni 2020. Di mana mulai mengalami pertumbuhan penjualan mobil, walau belum sampai seperti performa bulanan pada 2019.
“Malah akibatnya menurunkan kinerja penjualan yang kecenderungannya sudah membaik,” kata Kukuh.
Pada bulan ini, Kementerian Perindustrian mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar membuat Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru dipangkas menjadi nol persen. Selain itu, Kemenperin juga usul kepada Kementerian Dalam Negeri agar melakukan hal yang sama pada Bea Balik Nama (BBN).
“Kami harapkan segera diputuskan, jadi tidak kehilangan momentum pemulihan ekonomi. Jadi tepat sekali kebijakan ini perlu dijalankan, agar masyarakat tidak menunggu dan mendapat kepastian,” tutup Kukuh.
Berita Terkait
-
Terciduk! Potret Kijang Innova Facelift, Warganet Beri Komentar Begini
-
Produsen Mobil Afrika Selatan Juga Harapkan Stimulus Pajak Mobil Baru
-
Rencana Pajak Mobil Baru Nol Persen Berlarut, Bisa Sulitkan Produsen
-
Gambar Paten Mobil Penantang Toyota Fortuner Bocor, Kode Bakal Rilis Nih
-
GAIKINDO Belum Ambil Keputusan Terkait Kelanjutan Jakarta Auto Week 2020
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen
-
Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru
-
Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar
-
6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh
-
Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta
-
Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km
-
Mobil Mesin V6 Harga Mulai 30 Jutaan: Ini yang Harus Diketahui sebelum Bawa Pulang Mitsubishi Galant
-
Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali