Suara.com - Pemasok komponen otomotif Takata yang saat ini menggunakan nama Joyson Safety Systems Japan (JSSJ) dilaporkan telah memasok 9 juta sabuk keselamatan yang tidak memenuhi standar kualitas keamanan, kata pemerintah Jepang, Kamis (17/10).
Kementerian Transportasi Jepang mengatakan angka tersebut berdasarkan laporan yang diberikan oleh Joyson Safety Systems Japan (JSSJ). Dalam hal ini perusahaan telah memanipulasi data pengujian untuk memenuhi persyaratan keselamatan.
Oleh karena itu Kementerian Transportasi telah mengingatkan pihak pabrikan untuk mempersiapkan penarikan kembali (recall). Diperkirakan masalah ini akan berdampak terhadap 2 juta unit kendaraan di Jepang.
Seperti dilaporkan Nikkei Asia, JSSJ saat ini menguasai 40% pangsa pasar Jepang untuk bisnis sabuk kelamatan. Salah satu pembuat mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor juga menggunakannya. Diduga JSSJ mengubah data agar sabuk keselamatan buatannya memenuhi persyaratan.
Selain itu, JSSJ memanipulasi data kekuatan pada sabuk keselamatan yang dibuat untuk kursi pengaman anak. Pelanggaran kemungkinan besar menyebabkan puluhan ribu kursi pengaman anak di pasaran tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
"Kami tidak mengetahui adanya sabuk yang putus atau kecelakaan lainnya pada saat ini," kata seorang perwakilan JSSJ.
Namun perusahaan kemungkinan akan menghadapi tuntutan karena masalah tersebut menyangkut keselamatan anak-anak.
Seperti diketahui, nama Takata sudah sempat tercoreng setelah sempat terlibat masalah inflator kantung udara rusak yang menyebabkan penarikan kembali dan melalukan penarikan 100 juta unit di seluruh dunia. Kasus ini memaksa Takata bangkrut pada tahun 2017.
Baca Juga: Honda Amerika Konfirmasi Korban Jiwa ke-17 Akibat Inflator Airbag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah