-
Servis mobil jarak tempug 10.000 km bukan sekadar ganti oli mesin dan filter saja.
-
Pemeriksaan sistem rem dan filter udara krusial untuk keselamatan serta efisiensi.
-
Menjaga cairan vital dapat mencegah kerusakan girboks seharga belasan juta rupiah.
Suara.com - Banyak pemilik mobil yang masih beranggapan bahwa servis berkala setiap 10.000 km hanyalah ritual rutin untuk mengganti oli mesin. Padahal, anggapan ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan kendaraan jangka panjang.
Servis 10.000 km adalah titik krusial untuk menjaga performa mobil tetap prima, efisiensi bahan bakar terjaga, dan keamanan berkendara terjamin. Menurut para ahli otomotif, membatasi perawatan hanya pada ganti oli adalah kesalahan yang sering membuat biaya perbaikan membengkak di kemudian hari.
Agar mobil Anda tetap bandel dan tidak menguras kantong karena kerusakan mendadak, perhatikan komponen vital yang wajib diperiksa berikut ini. Bukan menunggu rusak, tapi mencegah sebelum kejadian.
1. Oli Mesin dan Filter Oli
Ini adalah pertahanan pertama mesin Anda. Oli berfungsi menjaga pelumasan agar gesekan antar komponen logam tidak berlebihan.
Namun, mengganti oli saja tidak cukup. Pastikan filter oli juga diganti setiap kali ganti oli.
Jika oli kotor atau filter tidak diganti, pelumasan menjadi tidak optimal. Akibatnya, suhu mesin meningkat drastis (overheat) dan keausan komponen terjadi lebih cepat.
2. Filter Udara
Sering disepelekan, padahal komponen ini adalah "paru-paru" mobil Anda. Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran agar udara yang masuk ke ruang bakar tetap bersih.
Baca Juga: Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
Pasokan udara bersih membuat pembakaran sempurna.
Jika filter yang kotor dan mampet akan memaksa mesin bekerja lebih berat. Imbasnya langsung terasa ke dompet: tarikan mesin jadi berat dan konsumsi bensin jadi jauh lebih boros.
3. Sistem Pengereman
Bagi Anda yang mengutamakan keselamatan keluarga, ini adalah poin non-negosiasi. Sistem rem adalah kunci utama keselamatan di jalan raya, terutama saat kondisi darurat.
Yang harus diperiks yakni ketebalan kampas rem, kondisi piringan cakram, dan kualitas minyak rem.
Tujuannya untuk memastikan daya cengkeram tetap optimal. Jangan sampai Anda baru sadar ada masalah saat harus melakukan pengereman mendadak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah
-
40 Juta Dapat Mobil Apa? Cek 5 Rekomendasinya, Ada Sedan Hingga MPV
-
Yamaha Tawarkan Varian Warna Baru XMAX Connected, Harga Termurah Rp 68,2 Juta
-
5 Helm Bogo Retro Murah Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Hijabers dan Penggemar Gaya Klasik
-
5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
-
Naksir Gran Max Bekas untuk Jadi Mobil Keluarga? Intip Dulu Kelemahannya
-
Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
Berapa Biaya Pelihara Isuzu Panther? Cek Kisaran Budget Operasional dan Harga Bekasnya
-
5 Mobil Honda Paling Kuat untuk Kontur Jalan Naik Turun, Terbaik untuk Medan Pegunungan