Suara.com - Sejumlah kota besar di Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya macet. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya volume kendaraan dan tidak tertibnya para pengguna jalan.
Mengutip laman GardaOto, sebuah situs yang menghitung kemacetan di 416 kota pada 57 negara di dunia bernama Tomtom Traffic Index mencatat terdapat 4 kota dengan kemacetan terparah di dunia.
Beberapa data yang dianalisis bisa dikatakan berasal dari 600 juta lebih pengemudi di seluruh dunia menggunakan perangkat navigasi di perangkat Tom Tom, sistem indash, dan juga menggunakan smartphone yang dapat merekam setiap data dalam 365 hari per detik dalam setahun.
Tingkat kemacetan akan ditampilkan dalam bentuk persentase, maka akan keluar sebuah data semakin besar maka akan semakin tinggi tingkat kemacetan di kota tersebut. Inilah beberapa Kota Di Dunia yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi pada tahun 2019
1. Kota Bengaluru India
Tingkat kemacetan di kota ini mencapai 71 persen yang mengakibatkan banyak orang di kota ini kehabisan waktu. Dari data yang tersedia, 10 hari lebih 3 jam atau 243 jam dalam setahun saja jalanan kota ini selalu ramai.
Pada 20 Agustus 2019 di kota Bengaluru mengalami tingkat kemacetan terparah dengan persentase mencapai 103 persen.
2. Kota Manila Filipina
Kota Manila di Filipina memiliki tingkat kemacetan yang sama dengan Bengaluru yakni berpresentasi 71 persen. Bahkan waktu yang terbung lebih besar, yakni 10 hari lebih 17 jam atau sekitar 257 jam dalam setahun.
Baca Juga: Ribuan Simpatisan Sambut Habib Rizieq di Persimpangan Gadog Bogor
Akan tetapi, kota ini justru menduduki posisi kedua kota termacet di dunia. Mungkin saja ada faktor lain yang mempengaruhinya.
3. Kota Bogota Di Kolombia
Sejak tahun 2018 sampai tahun 2019 peringkatnya naik 5% dari tahun sebelumnya. Warga di kota ini menghabiskan waktu dengan percuma di Jalanan hingga 9 hari lebih 14 jam atau setara dengan 230 jam.
Tingkat kemacetannya 68%, sehingga negara ini menduduki peringkat ketiga di dunia. Waktu termacet yang dialami di kota ini pernah ada pada tanggal 6 Desember 2019 dengan persentase mencapai 112 persen.
4. Kota Mumbai Di India
Negara India kembali masuk dalam urutan 4 besar. Dengan tingkat kemacetan mencapai 65 persen. Jam terparah di kota ini jatuh pada hari Jum’at pagi pada pukul 7-8 pagi. Warga di kota ini bisa dibilang membuang waktu tempuh dalam perjalanan hampir 209 jam dalam setahun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Keputusan Insentif Kendaraan Listrik Diserahkan ke Daerah, Pusat Dinilai Lempar Tanggung Jawab
-
Pertumbuhan Pengguna Kendaraan Listrik di Jakarta Naik 9 Kali Lipat
-
AEML: SE Mendagri Beri Kepastian Insentif Pajak dan Investasi Kendaraan Listrik
-
Tertipu AI Seorang Pria Kehilangan Rp 1,2 Miliar untuk Lexus Fiktif
-
Promo DAIFIT 2026 Beri Hadiah Umroh dan Kemudahan Beli Mobil Daihatsu
-
Toyota Recall Land Cruiser 300 dan Lexus LX Karena Masalah ECU
-
Bawa Layar Canggih dan Dashcam, Potret Pesaing Kuat Honda ADV160 Punya Mesin Lebih Bertenaga
-
6 Motor Sekelas Yamaha Vixion yang Harganya Terjun Bebas: Layak Dibeli di 2026, Ada yang 4 Jutaan
-
Takut Pertamax Naik? 5 Mobil Irit Lolos Pertalite Ini Bikin Dompet Tentram Hidup Cuan
-
Mobil Listrik Murah BYD Atto 1 Sekarang Adopsi Teknologi Otonom Mewah, Jarak Tempuh Tembus 500 KM