Suara.com - Memaksimalkan tenaga pada motor, biasanya digunakan busi racing untuk menghasilkan pembakaran yang lebih maksimal.
Belakangan, banyak pemilik motor lebih memilih menggunakan busi racing, padahal motor yang digunakan bukan buat balapan, melainkan untuk penggunaan harian.
Tanpa diketahui, hal ini sebenarnya memberikan dampak buruk terhadap motor.
Mengutip laman Federal Oil, berikut beberapa dampak buruk jika memaksa motor harian menggunakan busi racing.
Busi racing sudah dilengkapi dengan spesifikasi resistor yang lebih. Akibatnya, jika digunakan dalam motor harian, mesin akan sulit dinyalakan karena perbedaan sistem kelistrikan.
Selain itu, busi racing khusus digunakan untuk kompresi tinggi. Jika digunakan dalam motor harian, efeknya akan menyebabkan gagal pembakaran dan menimbulkan kerak.
Dalam putaran tinggi, mesin motor akan terasa nyaman, tapi saat digunakan dalam putaran rendah, motor justru akan terasa brebet.
Dampak lainnya adalah kinerja mesin akan ikut terganggu dan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin akibat posisi pembakaran yang tidak terpusat.
Intinya, busi racing sebaiknya tidak digunakan untuk motor harian (kecuali busi racing yang diciptakan khusus untuk pemakaian harian).
Baca Juga: Lanjutkan Kerja Sama, Federal Oil Siap unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika
Pasalnya, bisa berdampak panjang dan berpengaruh kepada performa mesin serta kenyamanan selama berkendara.
Berita Terkait
-
Miliki Laboratorium Sendiri, ExxonMobil Lubricants Siap Bersaing
-
ExxonMobil Optimis Jadi Salah Satu Produsen Utama Pelumas Indonesia
-
Federal Tawarkan Paket Ganti Oli Rp 10 Ribu Bagi Motor Terdampak Banjir
-
Brisk XLINE Busi untuk Motor Harian dan Balap
-
Wah, Jeda Balapan, Sam Lowes Kedapatan Mengaspal di Jakarta!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
Terkini
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM
-
Update Harga Wuling Air EV Maret 2026, Unit Baru Mulai Rp214 Jutaan
-
Toyota Kucurkan Investasi Fantastis demi Percepat Produksi Mobil Listrik Terbaru
-
Terpopuler: Rekomendasi Mobil 7 Seater Jarang Rewel hingga yang Pajaknya Paling Irit
-
Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?
-
Bahaya yang Menanti Jika Motor Tidak Segera Diservis Setelah Dibawa Mudik Lebaran
-
Bongkar Total Biaya 10 Tahun Kepemilikan Honda Brio vs BYD Atto 1, Mana Paling Hemat?
-
Berapa Saldo E-Toll yang Dibutuhkan dari Semarang ke Jakarta untuk Arus Balik? Ini Rinciannya
-
6 Deretan Fakta Rute Sawah Google Maps Menuju Tol Jogja-Solo Lebaran 2026, Pemudik Jadi Korban